Biografi Tokoh Dunia: Lech Walesa, Mantan Presiden Polandia

Kompas.com - 26/09/2018, 21:48 WIB
Lech Walesa, tokoh demokrasi sekaligus mantan Presiden Polandia. via CNNLech Walesa, tokoh demokrasi sekaligus mantan Presiden Polandia.

3. Menjadi Presiden dan Lengser
Merasa tidak puas karena banyak koleganya cenderung bekerja sama dengan komunis, Walesa memutuskan untuk maju menjadi calon presiden.

Dia memenangkan pemilihan umum 9 Desember 1990 setelah mengalahkan Mazowiecki sebagai kepala negara terpilih pertama dalam 63 tahun sekaligus non-komunis pertama di 45 tahun terakhir.

Selama masa jabatannya, dia menerapkan Rencana Balcerowicz untuk melakukan transisi menuju ekonomi pasar bebas dan privatisasi.

Baca Juga: Presiden Terima Lech Walesa

Pada 1993, Walesa sukses melakukan negosiasi terkait penarikan pasukan Soviet yang sudah berada di Polandia sejak 1945.

Dia juga mendukung Polandia untuk masuk menjadi anggota Uni Eropa (UE) dan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Namun, pemerintahannya merosot karena dia tak mampu memenuhi ekspektasi publik yang dianggap "tak realistis". Puncaknya adalah ketika dia kalah di pemilu 1995.

4. Kehidupan Pasca-Presiden
Kalah di 1995, Walesa mengumumkan bahwa dia bakal kembali ke galangan kapal Gdansk sebagai teknisi. Namun, dia berubah pikiran dan memberi kuliah umum di berbagai negara.

Dia mendirikan Institut Lech Walesa dengan tujuan memopulerkan prestasi Solidarnosc, mengedukasi generasi muda, mempromosikasn demokrasi, dan kekuatan sipil.

Di pemilu 2000, Walesa sempat maju sebagai kandidat presiden. Namun, ambisinya kandas setelah dia hanya mampu 1,01 persen suara.

Sangat malu dengan pencapaiannya, Walesa mengumumkan dia benar-benar mundur dari politik, dan fokus kepada lembaga think tank yang didirikannya.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Uni Soviet Akui Dalangi Pembantaian Katyn

5. Walesa dan Kesepakatan Rahasia
Sejak awal 1980-an, terdapat kabar bahwa Walesa di periode 1970-an bertindak sebagai informan bagi Dinas Rahasia Polandia.

Walesa membantah tuduhan tersebut dan di 2000, pengadilan mengumumkan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tak terbukti.

Kontroversi kembali mengemuka di 2008 di mana sebuah buku memaparkan Walesa, dengan nama sandi Bolek, bekerja sebagai penghubung antara 1970-1976.

Kabar itu makin kuat berhembus di Februari 2016 setelah Institut Peringatan Nasional menyita benda dari janda Czeslaw Kiszczak, mantan menteri dalam negeri, yang memperlihatkan Walesa adalah mata-mata.

Baca juga: Gelar Konser Perayaan Ultah Hitler, Dua Pria Polandia Ditahan

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X