Dituduh Mata-mata, Warga China di AS Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 26/09/2018, 09:47 WIB
Ilustrasi mata-mata. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi mata-mata.

CHICAGO, KOMPAS.com - Otoritas di Amerika Serikat pada Selasa (25/9/2018) menangkap seorang pria warga negara China di Chicago atas tuduhan bekerja sebagai agen intelijen.

Melansir NBC News, jaksa federal mengatakan, pria bernama Ji Chaoqun itu berada di AS dengan menggunakan visa mahasiswa.

Dia diklaim melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap 8 orang yang kemungkinan akan direkrut sebagai agen intelijen China.

Baca juga: Warganya Ditahan dan Dituduh Mata-mata, Rusia Panggil Dubes Norwegia

Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan, Ji membayar untuk memperoleh akses ke situs pencarian data biografi, seperti Spokeo, Intelius, dan Instant Checkmate.

Ji disebut berpura-pura mencari warga negara China yang bekerja sebagai insinyur dan peneliti di AS.

Penangkapan Ji merupakan bagian dari penyelidikan FBI di Ohio terkait perekrutan mata-mata China selama setahun terakhir.

AFP mewartakan, pria berusia 27 tahun itu pertama kali tiba di Chicago pada 2013 sebagai mahasiswa teknik elektro.

Namun, berdasarkan pernyataan pengadilan, Ji bekerja atas perintah pejabat tinggi intelijen di Kementerian Luar Negeri China.

Sebanyak 8 orang yang direkrut olehnya merupakan kelahiran Taiwan dan China, namun telah dinaturalisasi sebagai warga negara AS.

Targetnya merupakan individu yang bekerja atau pensiun dari karier di bidang sains dan teknologi industri.

Baca juga: Putin: Dua Tersangka Mata-mata yang Dicari Inggris adalah Warga Sipil

FBI mengungkap, Ji juga mengicar seorang insinyur di salah satu pemasok mesin pesawat komersial dan militer yang terkenal di dunia.

Kendati proses persidangan sudah dimulai, Ji bersikukuh menolak telah melakukan kontak dengan pemerintah asing.

Kini Ji terancam hukuman penjara hingga 10 tahun, apabila dia terbukti bersalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,NBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.