Kompas.com - 26/09/2018, 08:14 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin) Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin)

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Selasa (27/9/2018) menyampaikan pidato jelang di Majelis Umum PBB ke-73, yang menekankan kembali perjanjian iklim Paris.

Dia mengancam akan memutus perjanjian perdagangan dengan negara yang tak menghormati perjanjian untuk mengurangi emisi karbon dioksida tersebut.

Seperti diketahui, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang belum menyetujui kesepakatan itu.

Baca juga: Menteri Lingkungan Perancis Mundur, Kredibilitas Macron Makin Tertekan

Mengklarifikasi pidatonya kepada wartawan, Macron menyebut kesepakatan untuk industri masih mungkin diizinkan. Namun, transaksi perdagangan yang besar dan luas tidak akan dipertahankan.

"Mungkin ada kesepakatan untuk sektor individu, seperti mobil dan farmasi, selama mereka netral pada iklim," katanya, seperti dikutip dari VOA News.

"Tapi kesepakatan besar di semua sektor yang bertentangan dengan konvensi iklim, itu tidak baik," imbuhnya,

Sebagai informasi, Perancis tidak memiliki perjanjian perdagangan atas nama negaranya, melainkan menyatu dengan Uni Eropa.

AS dan Uni Eropa membuka kembali pembicaraan tentang perjanjian perdagangan 2016, namun negosiasi berakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengambil alih kepemimpinan.

Di Sidang Umum PBB, Macron juga mendesak para pemimpin dunia untuk menolak "hukum yang paling berkuasa", setelah Trump berkomentar tentang menghadapi tantangan global.

AFP mewartakan, Macron memang tidak merujuk langsung kepada presiden AS, namun dia nampak menguraikan posisi yang bertentangan dengan pandangan Trump.

"Beberapa telah memilih hukum yang paling berkuasa, tetapi tidak dapat melindungi orang," ucapnya.

Baca juga: Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Dia menegaskan kembali dukungannya yang kuat untuk multilateralisme yang diwujudkan oleh PBB dan upaya perdamaian globalnya.

Sebelumnya di podium PBB, Trump bersumpah untuk tidak pernah menyerahkan kedaulatan AS ke birokrasi global yang tidak dipilih, tidak akuntabel dan menolak ideologi globalisme.

Sejak Trump menjabat pada 2017, AS mundur dari kesepakatan nuklir Iran dan perjanjian iklim Paris, dua perjanjian internasional yang diperjuangkan Perancis.



Sumber VOA News,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X