Israel Bakal Tetap Perangi Iran di Suriah dan Berkoordinasi dengan Rusia

Kompas.com - 25/09/2018, 23:43 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. AFP / ABIR SULTANPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus memerangi "kubu" Iran di Suriah dan akan meningkatkan koordinasinya dengan Rusia.

"Kami akan terus mengambil tindakan untuk mencegah militer Iran membangun pertahanannya di Suriah," kata Netanyahu kepada wartawan.

"Selain itu kami akan melanjutkan koordinasi keamanan antara pasukan pertahanan Israel dengan tentara Rusia," imbuhnya sebelum terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (25/9/2018).

Netanyahu mengatakan, keberhasilan tentara Israel dalam mencegah masuknya militer Iran ke Suriah serta mengirimkan senjata kepada Hizbullah di Lebanon selama tiga tahun terakhir tidak lepas dari hasil koordinasinya dengan tentara Rusia.

Baca juga: Pejabat Israel: Insiden Penembakan Pesawat Tak Ganggu Koordinasi dengan Rusia

"Ini tidak berarti tanpa pengecualian, tetapi bisa dikatakan semuanya sangat sukses."

"Kami melakukan ini semua dengan koordinasi keamanan yang maksimal dan sangat sukses dengan tentara Rusia," tambahnya dilansir AFP.

Netanyahu juga mencatat telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Vladimir Putin agar tim militer Israel dan Rusia segera bertemu untuk meningkatkan koordinasi.

Kedua negara telah membangun saluran komunikasi khusus pada 2015 untuk menghindari bentrokan yang tidak disengaja di Suriah.

Namun pasca-insiden yang menyebabkan pesawat militer Rusia tertembak jatuh oleh pasukan rezim Suriah, Israel cemas Moskwa akan berupaya membatasi gerakan Israel di Suriah.

Dalam insiden pada 17 September lalu itu, Rusia menuding Israel bertanggung jawab karena dinilai memberikan informasi yang keliru saat melancarkan serangan udara ke Suriah.

Akibatnya, sistem pertahanan udara Suriah menembak jatuh pesawat IL-20 milik Rusia yang membawa 15 personil tentara. Moskwa sempat menuduh Israel sengaja memanfaatkan pesawat tersebut sebagai tameng.

Namun Israel membantah tudingan itu dan menjatuhkan kesalahan kepada pasukan rezim Bashar al-Assad, Iran dan juga Hizbullah.

Rusia juga mengumumkan langkah peningkatan keamanan untuk tentaranya di Suriah dengan mengirimkan sistem pertahanan udara S-300, sebuah tindakan yang dikritik Israel sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Kasus Pesawat Salah Tembak, Rusia Perkuat Militer Suriah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X