Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Kompas.com - 25/09/2018, 20:16 WIB
Sejak kalah dalam Perang Dunia II, peran militer Jepang dibatasi dan hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara dan tak boleh digunakan untuk tujuan ofensif di luar negeri. TORU YAMANAKA / AFPSejak kalah dalam Perang Dunia II, peran militer Jepang dibatasi dan hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara dan tak boleh digunakan untuk tujuan ofensif di luar negeri.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang tengah mengembangkan bom luncur supersonik generasi terbaru yang mampu menjangkau pulau-pulau terluar.

Bom luncur tersebut dirancang untuk mampu mengirimkan hulu ledak dari jarak yang lebih aman sebagai antisipasi apabila pulau-pulau terpencil di garis terluar Jepang dikuasai atau diserang oleh pasukan musuh.

Disampaikan pejabat Kementerian Pertahanan kepada kantor berita Jiji Press, prototipe awal segera dikembangkan dan diharapkan persenjataan tersebut dapat berfungsi secara penuh pada 2025.

Pendanaan untuk penelitian awal disebut telah dianggarkan oleh Kementerian Keuangan pada tahun ini, sementara tambahan anggaran senilai 13,8 miliar yen (sekitar Rp 1,8 triliun) diharapkan dapat dianggarkan tahun depan.

Baca juga: Jepang Gelar Pelatihan Kapal Selam Perdana di Laut China Selatan

Bom luncur generasi baru tersebut diperkirakan akan disesuaikan untuk sistem kendaraan peluncur darat.

Melansir dari SCMP, Jepang khawatir dengan kemungkinan China untuk menduduki Kepulauan Diaoyu, di Laut China Timur yang dikuasai Jepang namun diklaim Beijing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga diperkirakan unit pertama dari rudal terbaru itu akan dikerahkan di pulau-pulau yang menjangkau kawasan tersebut seperti di Miyako atau Ishigaki di Prefektur Okinawa.

Diberitakan Jiji Press, sistem peluncur terbaru akan menembakkan rudal hingga ketinggian lebih dari 20 kilometer sebelum bom luncur dilepaskan dalam kecepatan tinggi menuju sasaran.

Dengan kecepatan dan sudut datang yang curam, dimungkinkan bom akan lebih sulit untuk dicegat.

Menurut Garren Mulloy, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Daito Bunkyo, senjata baru tersebut dirancang Jepang untuk melengkapi rudal jelajah yang saat ini telah dimiliki.

"Sampai dengan saat ini Jepang masih kekurangan rudal kendali presisi, terutama jika dibandingkan dengan AS, NATO atau Rusia, sehingga tidak mengherankan jika mereka ingin mengembangkan persenjataan semacam ini," ujarnya.

Mulloy mengatakan, meski terus mengembangkan senjata baru, sistem persenjataan tersebut hanya akan digunakan oleh Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF).

Baca juga: Jepang Kembangkan Sistem untuk Prediksi Kejahatan yang Belum Terjadi

Hal tersebut karena Tokyo enggan untuk bermusuhan dengan negara-negara lain di kawasan itu.

Sejak dihapuskannya larangan penjualan dan ekspor senjata oleh pemerintahan Shinzo Abe pada 2014, Jepang telah menjalin kerja sama penelitian senjata dengan Inggris, Australia dan Perancis.

Namun sejauh ini Jepang baru pernah melakukan pengiriman peralatan pertahanan ke Filipina, berupa pesawat pengintai TC-90.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.