Kompas.com - 25/09/2018, 18:49 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Kolombia Ivan Duque Marquez, menyerukan agar dilakukan isolasi diplomatik terhadap negara tetangganya, Venezuela, hingga dikembalikannya demokrasi di negara itu.

Presiden Duque menyebut Nicolas Maduro yang memimpin Venezuela saat ini sebagai diktator.

Dalam Sidang Majelis Umum PBB yang dilangsungkan di New York, AS, Presiden Duque, mengatakan, Caracas semestinya dilarang berbicara dalam pembicaraan pada Selasa (25/9/2018) untuk mendukung negara-negara yang telah menerima para migran Venezuela.

Kolombia telah menerima lebih dari satu juta orang pengungsi Venezuela.

Baca juga: Pemerintah Baru Kolombia Bakal Tinjau Pengakuan terhadap Palestina

Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza telah mengatakan bahwa pihaknya berencana datang dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Bank Dunia dan institusi keuangan lainnya, meski dia tidak diundang.

Arreaza mengatakan akan meminta dana hingga 500 juta dolar AS (sekitar Rp 7,4 triliun) untuk negaranya sehingga pemerintah Venezuela dapat memulangkan warga negaranya yang mengungsi.

Menanggapi permintaan Venezuela, Presiden Duque menjelaskan bahwa yang terjadi di negara itu adalah sebuah bentuk kediktatoran.

"Dan apa yang kita inginkan di sana adalah forum negara-negara yang menjunjung demokrasi dan menginginkan kebebasan untuk Venezuela," kata Duque.

"Apa yang diperlukan dunia untuk berada di sana adalah pengepungan diplomatik yang efektif dan nyata sehingga kita dapat mengakhiri kediktatoran dan mengembalikan kebebasan serta demokrasi kembali ke Venezuela," tambahnya.

"Pernyataan ini bukan mengundang perselisihan, tapi kami mengajak pada komunitas internasional untuk mengadukan dan menerapkan segala sanksi yang diperlukan," ujar Duque dilansir AFP.

Data PBB mencatat sekitar 2,3 juta penduduk Venezuela atau hingga 7,5 persen populasi saat ini tinggal di luar negeri dan jumlahnya telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir karena krisis dan hiperinflasi.

Baca juga: Dituduh Dalangi Upaya Pembunuhan Maduro, Begini Tanggapan Presiden Kolombia

Kolombia telah bergabung dengan Argentina, Chile, Paraguay dan Peru dalam menyerukan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemerintahan Nicolas Maduro.

Menurut Duque, langkah tersebut akan mampu meningkatkan koordinasi yang bakal memungkinkan rakyat Venezuela mengambil kembali kebebasan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.