Kazakhstan Gunakan Suntikan Kimia untuk Kebiri Para Paedofil

Kompas.com - 24/09/2018, 21:11 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
|

ASTANA, KOMPAS.com - Pemerintah Kazahkstan dalam waktu dekat akan menjadi negara pertama yang melakukan kebiri secara kimia bagi para paedofil.

Langkah ini diambil beberapa bulan setelah sebuah undang-undang baru untuk menghukum para terpidana kasus paedofilia disahkan.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan, terpidana pertama yang akan menjalani hukuman ini adalah seorang pria asal Turkestan yang tak disebutkan namanya.

Baca juga: Turki Pertimbangkan Hukuman Kebiri Kimia bagi Pedofil

Untuk melaksanakan hukuman ini, pemerintahan Presiden Nursultan Nazarbayev menyediakan anggaran sebesar 27.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta untuk menyuntik 2.000 terpidana kasus paedofilia tahun ini.

"Saat ini ada permintaan pelaksanaan pengebirian dengan cara kimia sesuai dengan perintah pengadilan," kata wakil menteri kesehatan Lyazzat Aktayeva.

Awal tahun ini, pemerintah Kazakhstan mengusulkan sebuah undang-undang baru untuk mengebiri para terpidana paedofil.

UPDATE: Eksekusi Hukuman Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit

"Anggaran yang sudah dikucurkan cukup untuk melakukan 2.000 penyuntikan," ujar Aktayeva.

Setelah undang-undang ini disahkan, senator Byrganym Aitimova mengatakan, langkah pengebirian ini dilakukan dengan "satu kali suntikan" untuk mencegah terpidana melakukan kekerasan seksual.

Untuk melaksanakan pengebirian ini, Kazakhstan menggunakan cyproterone, sebuah steroid anti-androgen yang dikembangkan untuk melawan kanker.

Baca juga: KPAI Dorong Penegak Hukum Gunakan Hukuman Kebiri bagi Pedofil

Selain dikebiri, pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak juga mendapatkan hukuman penjara selama 20 tahun.

Sejumlah laporan mengatakan, kasus perkosaan terhadap anak-anak di Kazakhstan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 1.000 kasus antara 2010 hingga 2014.




Sumber Mirror
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X