Racuni 406 Ekor Elang, Staf Peternakan di Selandia Baru Dibui 14 Hari

Kompas.com - 24/09/2018, 21:04 WIB
Staf peternakan di Victoria, Selandia Baru, membunuh 406 burung elang ekor baji yang dilindungi. (ABC/Nicole Asher) Staf peternakan di Victoria, Selandia Baru, membunuh 406 burung elang ekor baji yang dilindungi. (ABC/Nicole Asher)

WELLINGTON, KOMPAS.com - Seorang pria di Selandia Baru terbukti telah meracuni 406 burung elang ekor baji di wilayah terpencil di bagian timur Victoria.

ABC mewartakan pada Senin (24/9/2018), staf peternakan pertanian Murray James Silvester (59) dipenjara selama 14 hari dan dikenai denda 2.500 dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 24,7 juta.

Dia diketahui telah membunuh hewan dilindungi di Tubbut, Gippsland, antara Oktober 2016 hingga April 2018.

Baca juga: Buah Stroberi Berjarum Australia Mulai Ditemukan di Selandia Baru

Bangkai elang ditemukan tersembunyi di semak di tiga wilayah peternakan terpisah yang membentang seluas 2.000 ha.

Selain burung elang ekor baji, burung kukabura, gagak, dan hewan lainnya juga ditemukan mati.

Kepada penyelidik, Silvester menjabarkan sejumlah metode yang digunakan untuk membunuh hewan-hewan tersebut, termasuk sebuah peta tempat bangkai elang disembunyikan dan bahan kimia yang disimpan.

Sempat menyebut nama orang lainnya terlibat, kini jaksa setempat sedang menyelidiki pelaku lain.

Jaksa dari Departemen Lingkungan, Air, Tanah, dan Perencanaan (DELWP), Chrisanthi Paganis, mengatakan bahan kimia yang berbeda digunakan untuk membunuh elang.

Namun, kebanyakan elang mati karena bahan kimia insektisida Lannate. Bahan tersebut mampu membunuh elang dalam waktu 30 menit dengan memakan bangkai domba dan kambing.

Dalam waktu 18 bulan, pelaku diketahui bereksperimen dengan bahan kimia lainnya, termasuk dengan fosfor biru yang membuat elang kesakitan, tapi tidak langsung mematikan.

Baca juga: Terlibat Pertengkaran, Menteri Selandia Baru Dipecat

"Ini kasus penahanan pertama karena menghancurkan kehidupan alam liar di Victoria," kata Iain Bruce, penyidik DELWP.

Pengacara Silvester, Keith Borthwick, menyatakan perusahaan yang mempekerjakan kliennya turut berperan atas kematian elang. Menurut dia, Silvester ditekan untuk dapat meningkatkan jumlah domba di pertenakan.

"Itu dilakukan atas perintah majikannya," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X