Kompas.com - 24/09/2018, 09:29 WIB

Kesepakatan tersebut berupa rencana membentuk zona demiliterisasi sepanjang 15-20 kilometer di sekitar Idlib.

Di bawah kesepakatan itu, seluruh faksi yang ada di wilayah tersebut diwajibkan menyerahkan persenjataan berat mereka paling lambat pada 10 Oktober. Kemudian pada 15 Oktober, kelompok radikal harus mundur.

Baca juga: Rusia Tak Akan Gelar Operasi Militer ke Idlib

Sementara itu, aliansi yang dipimpin kelompok jihad asal Suriah yang sebelumnya berafiliasi dengan Al Qaeda, Hayat Tahrir al-Shan (HTS), yang telah menjadi kekuatan dominan di wilayah perbatasan Turki, belum memberikan tanggapan terkait kesepakatan Idlib.

Pada Agustus lalu, pemimpin HTS, Abu Mohamed al-Jolani memperingatkan faksi oposisi di Idlib menentang penyerahan persenjataan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.