Kompas.com - 22/09/2018, 20:36 WIB

FARYAB, KOMPAS.com - Delapan anak-anak, termasuk empat saudara kandung, tewas akibat ledakan peluru mortir aktif yang mereka gunakan sebagai mainan.

Selain delapan anak yang meninggal, enam anak lainya dilaporkan terluka. Dua di antaranya dalam kondisi kritis dan kehilangan anggota badan akibat ledakan.

Anak-anak korban ledakan mortir itu semuanya berusia antara lima hingga 12 tahun. Mereka yang terluka kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di provinsi Faryab, Afghanistan barat.

"Mereka menemukan sebuah bom mortir yang tidak meledak dan membawanya pulang. Mereka penasaran dan saat mencoba membukanya, mortir itu meledak," kata Shukrullah, paman dari empat bersaudara yang meninggal.

Baca juga: 25 Peluru Mortir Ditembakkan dari Gaza ke Israel

Sementara ditambahkan sepupu korban, Mohammad Alam, mortir tersebut menimbulkan ledakan yang besar dan suara yang keras.

"Saya bergegas menuju ke tempat asal ledakan dan melihat anak-anak sudah berlumuran darah," katanya kepada AFP, Sabtu (22/9/2918).

Insiden ledakan mortir yang merengut nyawa anak-anak itu turut disesalkan oleh pejabat pemerintah. Mereka menuduh Taliban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Kelompok Taliban pada pekan lalu menguasai desa Koh-e-Sayad, di mana anak-anak tersebut tinggal.

Menurut juru bicara kepolisian Faryab, Abdul Karim Yoresh, kelompok milisi telah menanam ranjau dan bahan peledak di dekan pos pemeriksaan.

"Pada Jumat (21/9/2018) sore, anak-anak melewati daerah itu ketika ranjau mengenai mereka," kata Yoresh.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.