Sineas Australia yang Diampuni Raja Kamboja Segera Dideportasi

Kompas.com - 22/09/2018, 19:10 WIB
James Ricketson (kanan) sedang merekam aksi unjuk rasa oposisi di Phnom Pehn, Kamboja. Getty/IndependentJames Ricketson (kanan) sedang merekam aksi unjuk rasa oposisi di Phnom Pehn, Kamboja.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Seorang sineas asal Australia yang menerima pengampunan dari Raja Kamboja langsung dideportasi, Sabtu (22/9/2018).

James Ricketson (69) mendapat pengampunan dari Raja Kamboja, Norodom Sihamoni kurang dari satu bulan sejak dia dijatuhi hukuman penjara enam tahun atas perbuatan mata-mata.

Ricketson sempat menjalani masa hukuman selama tiga minggu karena dianggap telah melakukan praktik spionase dan mengumpulkan informasi berbahaya yang dapat mengancam pertahanan nasional.

Dia kemudian mendapat pengampunan dari kerajaan pada Jumat (21/9/2018) setelah Perdana Menteri Hun Sen mengajukannya kepada raja.

Juru bicara Departemen Keimigrasian Kamboja, Keo Vanthan mengatakan bahwa Ricketson akan dideportasi Sabtu ini.

Baca juga: Raja Kamboja Ampuni Sineas Australia yang Dituduh Lakukan Spionase

"Kami akan mendeportasinya hari ini segera setelah kami mendapatkan penerbangan untuknya," kata Vanthan kepada AFP.

Pengacara Ricketson, Kong Sam Onn mengkonfirmasi kabar deportasi tersebut dan menambahkan bahwa visa kliennya untuk tinggal di Kamboja juga telah kedaluwarsa.

Ricketson ditahan sejak Juni lalu setelah kedapatan menerbangkan sebuah drone di atas kegiatan kampanye politik yang digelar Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang merupakan oposisi.

Dalam persidangan yang digelar selama enam hari, pengadilan memutuskan Ricketson bersalah.

Jaksa penuntut menuduh Ricketson bekerja sebagai pembuat film di Kamboja hanya sebagai kedok untuk menjalankan kegiatan mata-mata.

Meski keputusan pengadilan gagal meyakinkan kepada negara mana Ricketon bekerja sebagai mata-mata.

Pengampunan terhadap Ricketson datang beberapa hari sebelum Hun Sen dijadwalkan melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

Baca juga: Dituduh Memata-matai Kamboja, Sineas Asal Australia Dipenjara Enam Tahun



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X