Seorang Wanita Serang Tempat Penitipan Anak di AS, Tiga Bayi Terluka

Kompas.com - 22/09/2018, 13:43 WIB
Perempuan tersangka pelaku penyerangan sebuah tempat penitipan anak di Queens, New York, diamankan petugas kepolisian, Jumat (21/9/2018). SCMP / AFP PHOTOSPerempuan tersangka pelaku penyerangan sebuah tempat penitipan anak di Queens, New York, diamankan petugas kepolisian, Jumat (21/9/2018).

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang wanita asal China ditahan oleh kepolisian AS setelah aksinya menyerang dan melukai sejumlah orang di sebuah tempat penitipan anak di New York, pada Jumat (21/9/2018).

Lima orang, termasuk tiga bayi berusia tiga hari hingga satu bulan menjadi korban luka dan menderita luka tusukan.

Tersangka pelaku, seorang wanita berusia 52 tahun, diindentifikasi polisi bernama Yu Fen Wang dan kini telah ditahan.

Petugas masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, termasuk untuk mengetahui motif pelaku.

Melansir dari SCMP, insiden penyerangan itu terjadi sekitar pukul 4 dini hari di sebuah tempat penitipan anak yang bertempat di gedung berlantai tiga di Flushing, Queens, New York.

Baca juga: Balita Bawa 249 Kantong Heroin ke Tempat Penitipan Anak

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka pelaku menyerang dua bayi perempuan dan seorang bayi laki-laki. Satu bayi perempuan mengalami luka serius namun nyawanya tidak terancam.

Sementara korban dewasa yang terluka yakni seorang perempuan yang merupakan pekerja di tempat penitipan anak, serta seorang ayah dari anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Sekitar sembilan bayi dan sejumlah orangtua diketahui berada di lokasi saat insiden penyerangan terjadi.

Setelah menyerang dan melukai sejumlah orang, pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di ruang bawang tanah.

Saat ditemukan petugas polisi, pelaku dalam keadaan tak sadarkan diri dan menderita luka sayatan pada pergelangan tangannya yang diduga diakibatkan oleh pelaku sendiri.

Polisi tidak segera mengumumkan tuduhan kepada tersangka dan motif pelaku masih diselidiki.

Juru bicara kepolisian sempat mengatakan bahwa tempat penitipan anak yang menjadi lokasi penyerangan, adalah fasilitas milik komunitas warga Asia di kota itu.

Semula polisi menyebut tempat penitipan anak tersebut ilegal, namun kini statusnya tidak jelas apakah tempat penitipan anak itu telah terdaftar di Departemen Kesehatan New York.

Tempat penitipan anak tersebut diketahui telah beroperasi selama beberapa tahun. Pada 2011, polisi sempat dipanggil oleh warga di sekitarnya yang mengeluhkan suara bising.

Baca juga: Akibat Kena Campak Rubella, Seorang Bayi Alami Buta Tuli

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X