Kompas.com - 21/09/2018, 22:44 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pejabat Israel menegaskan koordinasinya dengan Moskwa di Suriah tidak berubah meski terjadi insiden penembakan jatuh pesawat militer yang menewaskan 14 personil tentara Rusia.

"Tidak ada perubahan dalam mekanisme dekonfliksi atas akibat dari insiden menyedihkan ini," kata pejabat militer Israel yang tak ingin diungkapkan identitasnya, Jumat (21/9/2018).

Insiden yang dimaksud pejabat tersebut yakni jatuhnya pesawat militer IL-20 milik Rusia akibat ditembak sistem pertahanan udara pasukan rezim Suriah pada Senin (17/9/2018) malam.

Pesawat tersebut membawa 14 personil tentara dan sedang dalam perjalanan menuju pangkalan udara Hmeimim di Suriah tenggara.

Baca juga: Pesawat Rusia Ditembak Suriah, Presiden Assad Salahkan Israel

Kementerian Pertahanan Rusia sempat menuding Tel Aviv sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut karena penembakan terjadi saat jet tempur Israel melancarkan serangan ke Suriah.

Tuduhan tersebut langsung dibantah Israel dan melemparkan kesalahan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, Iran, dan kelompok Hizbullah.

Presiden Vladimir Putin sebaliknya berkomentar lebih damai dengan menyebut insiden jatuhnya pesawat militer adalah kebetulan yang tragis dan bukan kesalahan Israel.

Israel juga telah mengutus delegasi khusus yang dipimpin Komandan Angkatan Udara Mayor Jenderal Amikam Norkin untuk berbagi temuannya terkait insiden tersebut.

Pejabat tersebut mengatakan, kedua pihak telah berkomitmen pada mekanisma yang sangat efektif namun menekankan pada kebebasan bergerak Israel.

Pengaturan antara Israel dan Rusia di Suriah dicapai pada 2015, saat pasukan Rusia melakukan intervensi untuk menghindari bentrokan antara militer kedua negara.

Israel secara teratur melancarkan serangan di Suriah dengan menargetkan sasaran Iran dan Hizbullah.

Baca juga: Israel Siap Berbagi Temuan Militer Soal Insiden Jatuhnya Pesawat Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.