Kompas.com - 21/09/2018, 12:02 WIB

NAGA CITY, KOMPAS.com - Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi puluhan orang yang dilaporkan hilang akibat bencana longsor menimpa kawasan perdesaan di Naga, provinsi Cebu, Filipina.

CNN mewartakan, hujan yang mengguyur Naga selama beberapa hari menyebabkan tanah longsor di beberapa wilayah yang terkenal dengan pantainya itu pada Kamis (20/9/2018).

Hingga Jumat (21/9/2018) pagi, sebanyak 22 korban tewas telah diangkat dari reruntuhan. Tanah longsor diperkirakan menyapu sekitar 60 rumah semi-permanen.

Baca juga: Banjir Marikina Filipina dan Ketidakhadiran Duterte

"Itu seperti gempa bumi dan ada gemuruh, ada dentuman suara yang keras," kata seorang penduduk, Cristita Villarba.

"Semua orang berlari. Banyak tetangga kami yang menangis dan berteriak meminta bantuan," ucapnya, seperti kutip dari BBC.

Setelah bencana terjadi, petugas terus melakukan upaya penyelamatan dan berhasil mengeluarkan korban selamat dari reruntuhan rumah yang ambruk.

Kepala polisi setempat, Roderick Gonzales, menyatakan beberapa korban bahkan mampu mengirim pesan teks dari bawah puing-puing.

Pesan teks itu dikirim oleh korban kepada kerabat yang lain. Para anggota keluarga memang khawatir, orang yang mereka cintai terperangkap dalam lumpur.  Namun, dengan munculnya pesan teks tersebut, menghadirkan sedikit kelegaan.

"Ada tanda-tanda kehidupan. Beberapa dari mereka berhasil mengirimkan pesan teks," katanya.

Dia berharap masih banyak orang yang masih bertahan hidup meski terjebak dalam reruntuhan.

Baca juga: Momen Siklon Tropis Mangkhut di Filipina Kacaukan Pesta Pernikahan

Insiden tanah longsor di Cebu terjadi beberapa hari setelah bencana yang sama menewaskan 27 orang di Itogon, Cordillera, di bagian utara pulau Luzon, pada Sabtu lalu.

Bebatuan yang jatuh menghancurkan ratusan rumah dan mengubur puluhan orang, sebagian besar adalah pekerja tambang yang bekerja di penambangang kecil beserta keluarga mereka.

Tanah longsor itu disebabkan oleh hujan deras yang dibawa oleh siklon tropis Mangkhut, yang dikenal warga setempat dengan sebutan Ompong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.