Jerman Dikabarkan Telah Menyepakati Pengiriman Senjata ke Arab Saudi

Kompas.com - 20/09/2018, 23:32 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) saat bertemu Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf di sela rapat G20 di Hamburg, Juli 2017. AFP / BERND VON JUTRCZENKA / POOLKanselir Jerman Angela Merkel (kanan) saat bertemu Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf di sela rapat G20 di Hamburg, Juli 2017.

BERLIN, KOMPAS.com - Sebuah dokumen pemerintah menunjukkan bahwa Jerman telah menyepakati pengiriman persenjataan ke Arab Saudi.

Hal tersebut berlawanan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Jerman akan menghentikan penjualan senjata ke negara-negara yang terlibat dalam peperangan di Yaman.

Otoritas Jerman telah menandatangani pengiriman empat sistem penempatan artileri, sebagaimana diungkapkan Menteri Ekonomi Peter Altmaier dalam suratnya kepada parlemen.

Pengiriman senjata tersebut termasuk mesin yang dipasang di kendaraan yang dapat menemukan lokasi tembakan musuh dan memungkinkan serangan balik yang akurat.

Ini adalah yang pertama kalinya dikirim ke Riyadh sejak Maret, saat koalisi Kanselir Angela Merkel mengumumkan larangan penjualan senjata oleh Jerman ke negara-negara yang terlibat konflik di Yaman.

Baca juga: Jerman Siap Bantu Bangun Kembali Suriah Jika...

Sebelumnya, langkah serupa juga dilakukan Spanyol yang melanjutkan rencana pengiriman 400 rudal kendali lasernya ke Riyadh, meski ada kekhawatiran akan peran Kerajaan Saudi dalam konflik berdarah di Yaman.

"Pada akhirnya keputusannya adalah untuk mengirimkan rudal-rudal ini untuk menghormati kontrak yang disepakati pemerintah sebelumnya dari tahun 2015," kata Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell.

Madrid sempat mempertimbangkan membatalkan kesepakatan penjualan rudal dan mengembalikan dana 9,2 juta euro (sekitar Rp 159 miliar) yang sudah dibayarkan Saudi.

Organisasi non-pemerintah, Amnesty International menyebut Spanyol termasuk salah satu eksportif persenjataan terbesar ke Arab Saudi.

Organisasi itu bersama kelompok hak asasi manusia lainnya, telah mendesak kepada Spanyol untuk menghentikan penjualan senjatanya kepada Arab Saudi dan Israel, yang diyakini sering menggunakan senjata tersebut untuk melawan warga sipil.

Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab dan negara sekutu lainnya yang tergabung dalam koalisi telah mengintervensi konflik di Yaman sejak 2015, setelah kelompok Houthi mengusir pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi dari ibu kota Sanaa dan menguasai sebagian wilayah negara itu.

Hampir 10.000 orang tewas selama berlangsungnya konflik yang memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia menurut PBB.

Baca juga: Spanyol Putuskan Lanjutkan Pengiriman 400 Rudal Kendali Laser ke Arab Saudi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X