Kompas.com - 20/09/2018, 22:18 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ingin kembali melangsungkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pertemuan itu, berdasarkan pernyataan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, merupakan cara untuk mempercepat pelucutan program senjata nuklir di negara komunis itu.

Baca juga: Menlu AS Ingin Korut Bebas Senjata Nuklir di 2021

Dilansir Channel News Asia Kamis (20/9/2018), sepanjang tiga hari pertemuan di Pyongyang, Moon berdiskusi dengan Kim seputar cara memulai kembali negosiasi dengan AS.

Kim menuturkan dia bersedia menutup kompleks program nuklirnya jika Washington juga memberikan timbal balik kepada Korut.

"Pemimpin telah mengutarakan keinginannya untuk melakukan denuklirisasi dan fokus ke perkembangan ekonomi," kata Moon di Seoul sekembalinya dari Pyongyang.

"Beliau berharap jika bisa bertemu Presiden Trump di masa yang akan datang bisa semakin mempercepat denuklirisasi tersebut," lanjutnya.

Kim dan Trump bertemu di Hotel Capella, Singapura, pada 12 Juni lalu, di mana Kim sepakat untuk melangsungkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun, progres pasca-pertemuan tak menemui hasil positif. Malah, sejumlah laporan menyatakan Pyongyang masih meneruskan program nuklir mereka.

Presiden 65 tahun itu juga berujar, Kim mempersilakan dilaksanakannya inspeksi internasional ke situs uji coba nuklir Punggye-ri.

Situs yang terletak di barat laut itu telah dihancurkan Mei lalu. Namun, proses penghancuran itu tak dilihat secara mendetil sehingga muncul dugaan mereka tak melakukannya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah menuturkan bersedia bernegosiasi ulang dengan Korut, di mana surat undangan telah dikirimkan ke Menlu Korut Ri Yong Ho.

Setelah pertemuan Pompeo-Ri, bakal digelar juga pertemuan antara perwakilan AS dan Korut di Wina, Austria.

Dua pertemuan itu bakal menjadi langkah awal negosiasi antara Negeri "Paman Sam" dengan Pyongyang untuk memulai proses denuklirisasi.

Baca juga: Trump Puji Rencana Kim Jong Un Tutup Fasilitas Rudal Balistiknya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X