Kompas.com - 20/09/2018, 17:27 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com - Menteri Bea dan Cukai Selandia Baru, Meka Whaitiri dicopot dari jabatannya oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern, pada Kamis (20/9/2018).

Pemecatan itu dilakukan atas dasar dugaan pertengkaran fisik yang melibatkan Meka dengan sekretaris pers. Perdana menteri tidak memberikan rincian insiden yang terjadi pada bulan lalu itu.

Ardern hanya mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan internal pemerintahan yang meyakinkannya dalam mengambil keputusan itu.

"Berdasarkan konteks dan kesimpulan dalam laporan itu, saya tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Meka Whaitiri sebagai menteri untuk saat ini," kata perdana menteri dilansir AFP.

Baca juga: Menteri di Selandia Baru Bersepeda ke Rumah Sakit untuk Melahirkan

Media-media yang tidak dikonfirmasi melaporkan bahwa Whaitiri dituduh melakukan pembulian setelah terlibat pertengkaran fisik dengan sekretaris pers yang baru saja mulai bekerja untuknya.

Ardern membantah bahwa pemecatan Whaitiri adalah tanda pemerintahan koalisinya tengah tidak stabil.

Sebelumnya, Menteri Penyiaran Clare Curran telah mengundurkan diri pada awal bulan ini setelah kedapatan menggunakan akun email pribadi untuk urusan pemerintah.

Walau tidak lagi menjabat sebagai menteri, kedua politisi tersebut akan tetap berada di parlemen.

Namun penurunan pangkat terhadap dua mantan menteri itu menguatkan persepsi bahwa pesona yang dibawa Ardern saat melangkah ke posisi perdana menteri sudah akan berakhir.

"Tentunya tidak ada yang menginginkan kehilangan menterinya," kata Ardern kepada wartawan.

"Tapi saya harus membuat keputusan berdasarkan informasi yang saya terima dan saya telah memutuskan bahwa Meka tidak lagi mendapat kepercayaan dari saya," tambahnya.

Baca juga: Ongkos ke Nauru Capai Rp 782 Juta, Ini Pembelaan PM Selandia Baru

Ardern menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap stabil meski telah ada dua menterinya yang mundur dan dipecat dalam waktu yang berdekatan.

Perdana menteri berusia 38 tahun menjanjikan perubahan dalam pemerintahan setelah pemerintahan konservatif yang berjalan selama hampir satu dekade.

Optimisme terhadap pemerintahan Ardern meningkat pada Juni lalu setelah dia melahirkan putrinya, Neve. Namun pemecatan menteri telah membawa kemunduran, termasuk perselisihannya dengan mitra koalisi dan kepercayaan bisnis yang menurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.