"Typo", Pesawat Baru Maskapai Cathay Pacific Kembali Masuk Bengkel

Kompas.com - 20/09/2018, 09:45 WIB
Pesawat maskapai Cathay Pasific yang memiliki kesalahaan ejaan. (Twitter/Cathay Pasific) Pesawat maskapai Cathay Pasific yang memiliki kesalahaan ejaan. (Twitter/Cathay Pasific)

HONG KONG, KOMPAS.com - Semua orang bisa membuat kesalahan, bahkan ketika menuliskan nama sebuah maskapai penerbangan pada badan pesawat yang lebar.

Manajemen maskapai penerbangan berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific, terpaksa mengembalikan pesawat baru ke bengkel pengecatan karena ada kesalahan ejaan atau typo.

Dalam unggahan di akun Twitter-nya pada Rabu (19/9/2018), Chatay Pacific memajang foto pesawat Boeing 777-367 dengan nama maskapai yang tertulis "CHATAY PACIIC".

Baca juga: Pertama dalam 70 Tahun, Pramugari Cathay Pacific Boleh Kenakan Celana Panjang


Tidak ada huruf "F" pada kata yang seharusnya tertulis "Pacific".

Manajemen perusahaan tidak menjelaskan bagaimana kesalahan semacam itu bisa terjadi.

Kepada South China Morning Post, seorang ahli dari Haeco, anak perusahaan Chatay Pacific, mengaku terkejut mengenai "typo" pada tulisan di badan pesawat.

"Jaraknya terlalu rapat untuk disebut kecelakaan. Kami punya stensil. Seharusnya ada celah kosong di antara huruf," ucapnya.

Perbaikan kesalahan ejaan itu diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga beberapa ribu dollar.

Baca juga: Terbesar dalam 9 Tahun, Cathay Pacific Catat Kerugian Rp 2,1 Triliun

USA Today mengabarkan, Cathay Pacific merupakan maskapai penerbangan jarak jauh yang juga dianggap sebagai salah satu maskapai peringkat terata dalam melayani penumpang.

Cathay Pacific menduduki peringkat enam dalam Penghargaan World Airline 2018 yang diterbitkan oleh Skytrax.

Perusahaan juga terus meningkatkan penerbangan ke Amerika Serikat. Awal bulan ini, Cathay Pacific meluncurkan penerbangan antara Hong Kong dan Bandara Internasional Washington Dulles yang merupakan salah satu dari 15 rute penerbangan terpanjang di dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X