Infeksi Rubella di Jepang Tahun Ini Meningkat Drastis Sejak 2014

Kompas.com - 20/09/2018, 08:03 WIB
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit

TOKYO, KOMPAS.com - Jumlah pasien yang terjangkit penyakit rubella mengalami peningkatan tertinggi pada tahun ini.

Japan Today mewartakan pada Kamis (20/9/2018), infeksi rubella tahun ini telah menyerang 496 orang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari jumlah pasien penyakit rubella pada tahun lalu, yaitu 93 orang.

Pada 2013, Jepang mengalami wabah rubella besar, dengan lebih dari 14.000 orang terinfeksi.

Baca juga: Perjuangan Nursiah dan Anaknya Lawan Rubella Meski Sudah Diimunisasi

Kasus infeksi sejak itu menurun tetapi telah kembali meningkat sejak akhir Juli tahun ini, dengan jumlah tahunan pasien mencapai tingkat tertinggi sejak 2014.

Institut Nasional Penyakit Menular mencatat, mayoritas kasus infeksi rubella yang dilaporkan pada 2018 terjadi di area Tokyo dan prefektur di sekitarnya.

Data menunjukkan, jumlah pasien penyakit rubella di Tokyo mencapai 32 orang, diikuti oleh 27 pasien di Chiba, 19 di Kanawaga, dan masing-masing 11 pasien di Saitama dan Aichi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pasien pengidap rubella juga termasuk banyak pria berusia 30 tahun hingga 50-an tahun yang belum divaksin secara memadai.

Padahal, penyakit menular ini bisa menjangkiti orang lain melalui batuk dan bersin.

Dalam rentang waktu sepekan hingga 9 September 2018, jumlah pasien rubella dilaporkan naik menjadi 127 orang dari 81 orang pada minggu sebelumnya.

Otoritas mendesak agar pria dewasa untuk segera ikut vaksinasi sehingga dapat melindungi perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Perjuangan Nursiah dan Anaknya Lawan Rubella Meski Sudah Diimunisasi

Seperti diketahui, infeksi rubella dapat mengancam kesehatan yang serius apabila diderita oleh perempuan pada tahap kehamilan.

Mereka cenderung dapat melahirkan bayi dengan gangguan jantung, pendengaran, dan katarak.

Gejala rubella antara lain demam, sakit tenggorokan, dan ruam, serta masa inkubasinya 2-3 minggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.