Trump Puji Rencana Kim Jong Un Tutup Fasilitas Rudal Balistiknya

Kompas.com - 19/09/2018, 20:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Trump memuji rencana Kim menutup fasilitas uji coba rudal balistik setelah bertemu Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Je-in.

Baca juga: Kim Jong Un Berjanji Bakal Tutup Situs Uji Coba Rudalnya

Newsweek melaporkan Rabu (19/9/2018), dalam pertemuan yang berlangsung di Pyongyang itu, Moon berkata Kim berjanji bakal tutup dua situs rudal penting.

Yakni fasilitas uji coba mesin rudal di Tongchang-ri, dan situs peluncurannya di Dongchang-ri. Dia berjanji mengundang pakar internasional untuk menyaksaikan penutupannya.

Dalam konferensi pers gabungan, Moon berujar dia dan Kim sepakat untuk melaksanakan denuklirisasi demi mencapai tujuan Semenanjung Korea yang bebas ancaman nuklir.

Sementara Kim menyebut pertemuan yang berlangsung sejak Selasa (18/9/2018) itu merupakan langkah maju demi perdamaian dua negara.

Tidak hanya itu. Moon menjelaskan Kim bersedia menutup situs nuklir Yongbyon asalkan AS melakukan timbal balik.

Dalam kicauan di Twitter, Trump menuturkan Kim telah setuju menggelar inspeksi nuklir serta berniat menutup situs rudalnya.

"Tidak akan ada uji coba nuklir atau rudal, para pahlawan bisa pulang ke rumahnya, dan ide Korut-Korsel jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Sangat menarik!" puji Trump.

Kim dan Trump sempat menggelar pertemuan di Singapura pada 12 Juni lalu. Saat itu, keduanya menandatangani deklarasi di mana salah satunya Korut sepakat denuklirisasi.

Namun, progres pelucutan senjata nuklir Korut melambat dengan sejumlah laporan menduga negara komunis itu masih meneruskan program persenjataan nuklirnya.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Denuklirisasi Sebelum Jabatan Trump Berakhir



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X