Mahkamah Kriminal Internasional Buka Investigasi Kasus Rohingya

Kompas.com - 19/09/2018, 13:48 WIB
Pengungsi Rohingya menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di distrik Ukhia, Bangladesh. Munir Uz Zaman / AFPPengungsi Rohingya menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di distrik Ukhia, Bangladesh.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengumumkan penyelidikan awal tuduhan kejahatan yang dilakukan militer Myanmar ke etnis Rohingya.

Dalam keterangan tertulis serta video, Jaksa Penuntut Fatou Bensouda berkata, penyelidikan awal itu bisa menjadi jalan menuju investigasi total.

Dilansir AP via The Guardian Rabu (19/9/2018), dia bakal memulai memperhatikan sejumlah tuduhan pemaksaan yang dilakukan militer Myanmar.

Baca juga: Foto dalam Buku tentang Krisis Rohingya Terbitan Militer Diduga Palsu

Tuduhan itu termasuk perampasan hak asasi, pembunuhan, pelecehan seksual, penghilangan paksa, penghancuran, hingga penjarahan.

"Kami juga bakal mempertimbangkan apakah persekusi maupun tindakan tak manusiawi lainnya juga berperan dalam kasus Rohingya ini," kata Bensouda dikutip BBC.

Pernyataan Bensouda disampaikan dua pekan setelah hakim ICC memberikannya otorisasi untuk melakukan penyelidikan.

Meski Myanmar tidak menandatangani Statuta Roma yang menjadi dasar pendirian ICC, pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu masih punya yurisdiksi.

Sebabnya, Bangladesh yang saat ini merupakan penampungan mayoritas pengungsi etnis Rohingya tercatat sebagai anggota ICC.

Sebelumnya di Selasa (18/9/2018), tim pencari fakta yang diketuai Marzuki Darusman membeberkan tuduhan pelanggaran yang dilakukan Myanmar.

"Level kekejaman mereka sungguh sulit dipahami," kata mantan Jaksa Agung RI periode 1999-2001 itu. "Militer menunjukkan penghinaan terhadap hidup manusia," lanjutnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X