AS Diminta Bangun Pangkalan Militer Permanen di Polandia

Kompas.com - 19/09/2018, 08:20 WIB
Pangkalan udara AS, Al Udeid di Qatar.WIKIMEDIA COMMONS Pangkalan udara AS, Al Udeid di Qatar.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan permintaan pemerintah Polandia untuk secara permanen membangun pangkalan militer di Polandia.

Pasalnya, dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa (18/9/2018), Presiden Polandia Andrezej Duda menawarkan bantuan 2 miliar dollar AS atau Rp 29,7 triliun untuk membiayai pembangunan pangkalan militer AS.

"Presiden menawari kami lebih dari 2 miliar dollar AS untuk melakukan ini, jadi kami mempertimbangkannya," kata Trump, seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Pembentukan Space Force ala Trump Butuh Biaya Rp 192 Triliun


"Kami memandangnya dari sudut pandang, nomor satu, perlindungan militer untuk kedua negara dan juga biaya," imbuhnya.

Dia mengatakan, AS berkomitmen untuk menjajaki opsi peningkatan peran militer AS di Polandia.

"Hasil dari upaya ini akan berkontribusi untuk pertahanan tidak hanya dari Eropa Tengah dan Timur, tetapi juga dari seluruh Aliansi," ucap Trump.

Menteri Pertahanan Jim Mattis memuji Polandia karena meningkatkan belanja militernya. Namun, dia menekankan belum ada keputusan yang diambil terkait kehadiran pasukan AS yang permanen di negara tersebut.

"Seperti yang Anda tahu, ini bukan hanya tentang pangkalan militer. Ini tentang pelatihan, fasilitas perawatan di pangkalan, semua hal semacam ini. Jadi itu sejumlah detail yang harus kita pelajari bersama Polandia," katanya.

"Belum ada keputusan dibuat, kami sedang mempelajarinya dan kami bekerja sama dalam hal itu," imbuhnya.

Sementara itu, Duda mengatakan ekspansi militer Rusia makin agresif dengan mengambil alih wilayah pemberontak di Georgia dan aneksasi wilayah Laut Hitam Crimea Ukraina, sehingga merupakan bagian dari pelanggaran terhadap hukum internasional.

Baca juga: Begini Reaksi Trump Tanggapi CEO JP Morgan yang Mengaku Lebih Pintar Darinya

"Ada berbagai macam argumen yang mendukung fakta bahwa kehadiran pasukan bersenjata AS di wilayah ini benar-benar dibutuhkan," kata Duda.

CNN mewartakan, Duda bahkan sempat bergurau mengenai penamaan pangkalan militer AS nantinya, yang bakal disebut sebagai "Fort Trump".

"Saya sangat yakin ini bisa dilakukan," ucapnya.



Terkini Lainnya


Close Ads X