Israel Setuju Terima 1.000 Imigran Yahudi Asal Etiopia

Kompas.com - 19/09/2018, 06:36 WIB
Migran Afrika di dalam pusat penampungan terbuka Holot di selatan padang pasir Negev, Israel, yang berbatasan dengan Mesir. AFP/MENAHEM KAHANAMigran Afrika di dalam pusat penampungan terbuka Holot di selatan padang pasir Negev, Israel, yang berbatasan dengan Mesir.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel menyatakan setuju untuk menerima sebanyak 1.000 imigran Yahudi asal Etiopia yang ingin pindah ke negara tersebut.

Melansir dari The New Arab, keputusan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (17/9/2018).

Dikatakan Netanyahu, komite khusus telah setuju untuk mengizinkan anggota komunitas yang telah memiliki anak yang lahir di Israel untuk berimigrasi.

Namun demikian, jumlah 1.000 orang itu hanyalah sebagian kecil dari total warga Yahudi asal Afrika yang ingin pindah ke Israel, yang berjumlah 8.000 orang.


Baca juga: Israel Sahkan Peraturan Kontroversial, Tentara Non-Yahudi Mundur

Tidak diketahui langkah selanjutnya pemerintah Israel terhadap sisa 7.000 orang Yahudi Afrika lainnya.

Selain itu, disampaikan juru bicara komunitas Etiopia di Israel, Alisa Bodner mengatakan, keputusan Netanyahu telah menimbulkan kekecewaan yang luar biasa.

Kekecewaan itu muncul lantaran pemerintah Netanyahu telah sepakat pada 2015 lalu, akan membawa sisa orang dari komunitas Etiopia yang bermigrasi ke Israel.

Namun setelah upaya penyatuan kembali ratusan keluarga yang terpisah ditangguh pada awal tahun ini karena Israel gagal menyisihkan dana untuk imigrasi warga Etiopia tahun depan, kini pemerintah Netanyahu mengumumkan hanya menerima umat Yahudi.

Para keluarga imigran Etiopia menyebut pemerintahan Netanyahu telah bertindak diskriminatif.

Selain itu, banyak dari 8.000 umat Yahudi Etiopia yang berimigrasi dan memiliki keluarga di Israel, tapi tidak dianggap umat Yahudi yang sama dengan penduduk Yahudi Israel. Mereka membutuhkan persetujuan imigrasi khusus.

Para umat Yahudi Etiopia itu juga diketahui telah mengalami diskriminasi yang luas di Israel.

Baca juga: Parlemen Israel Sahkan Hukum Negara-Bangsa Yahudi

Tindakan diskriminasi tersebut ditunjukkan dalam kebijakan pemerintah Israel yang dianggap rasis, seperti memaksa perempuan Etiopia untuk mendapat suntikan kontrasepsi, menghancurkan darah yang didonorkan oleh orang Etiopia, serta kekerasan aparat polisi.

Hal itu bertentangan dengan Hukum Pengembalian Israel, yang disahkan pada 1950, di mana seluruh orang Yahudi di dunia berhak untuk menetap dan tinggal di Israel.

Selain itu, Israel juga menyangkal hak kembali bagi warga Palestina yang keturunannya melarikan diri atau secara paksa diusir selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X