Arab Saudi Larang Unta Milik Warga Qatar Masuk Wilayahnya

Kompas.com - 18/09/2018, 23:51 WIB
Ilustrasi Florian Prischl/WikipediaIlustrasi

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan untuk hewan-hewan ternak, termasuk unta, asal Qatar, digembala di wilayahnya.

Larangan tersebut menyusul sanksi blokade ekonomi yang dijatuhkan Riyadh kepada Doha sejak tahun 2017 lalu karena menganggap Qatar terlalu mendukung Iran.

Dengan adanya larangan tersebut, maka unta maupun domba dan hewan ternak lainnya dari negara tetangga itu tidak boleh masuk ke wilayah Arab Saudi selama lima tahun ke depan.

Sebuah tindakan yang dikhawatirkan dapat mengancam hewan-hewan ternak tersebut kepada kematian. Demikian diberitakan kantor berita negara Saudi Press Agency pada Senin (18/9/2018).

"Langkah larangan itu bersumber dari perintah kerajaan untuk mendukung Visi 2030 dalam rangka menjaga sumber daya vital dan upaya melestarikan lingkungan," demikian pernyataan yang dikutip media tersebut.

Baca juga: Terbukti Suntikkan Botoks ke Unta, Warga Saudi Didenda Rp 257 Juta

Setahun setelah pemberlakukan blokade terhadap Doha, ribuan unta dilaporkan telah hilang dan dideportasi kembali ke Qatar melalui Kuwait. Proses pemulangan tersebut memakan biaya yang sangat besar.

Arab Saudi telah melancarkan blokade terhadap Qatar sejak Juni 2017 dengan menutup satu-satunya perbatasan kedua negara. Aksi embargo juga didukung sejumlah negara sekutu Saudi.

Dengan larangan terhadap hewan ternak tersebut, diperkirakan sekitar 22.000 unta dan ternak lainnya milik warga Qatar terancam tidak mendapat pasokan makanan dan air.

Melansir dari The New Arab, para pemilik hewan ternak di Qatar, sebelumnya telah lama menyewa padang rumput di wilayah Arab Saudi yang digunakan untuk mengembala unta-unta tersebut.

Hal tersebut dilakukan sebagai satu-satunya cara karena keterbatasan ruang pengembalaan di Qatar.

Tak hanya memberlakukan embargo dan blokade terhadap perbatasan, pemerintah Arab Saudi dikabarkan juga berniat menggali kanal yang akan memisahkan satu-satunya perbatasan darat dengan Qatar.

Jika terlaksana, maka kanal tersebut akan membuat Qatar menjadi pulau yang terpisah dengan daratan Arab.

Baca juga: Dilempar Sekop, Unta Sirkus Berlari Tak Terkendali dan Lukai 6 Anak



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X