Kompas.com - 18/09/2018, 23:51 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan untuk hewan-hewan ternak, termasuk unta, asal Qatar, digembala di wilayahnya.

Larangan tersebut menyusul sanksi blokade ekonomi yang dijatuhkan Riyadh kepada Doha sejak tahun 2017 lalu karena menganggap Qatar terlalu mendukung Iran.

Dengan adanya larangan tersebut, maka unta maupun domba dan hewan ternak lainnya dari negara tetangga itu tidak boleh masuk ke wilayah Arab Saudi selama lima tahun ke depan.

Sebuah tindakan yang dikhawatirkan dapat mengancam hewan-hewan ternak tersebut kepada kematian. Demikian diberitakan kantor berita negara Saudi Press Agency pada Senin (18/9/2018).

"Langkah larangan itu bersumber dari perintah kerajaan untuk mendukung Visi 2030 dalam rangka menjaga sumber daya vital dan upaya melestarikan lingkungan," demikian pernyataan yang dikutip media tersebut.

Baca juga: Terbukti Suntikkan Botoks ke Unta, Warga Saudi Didenda Rp 257 Juta

Setahun setelah pemberlakukan blokade terhadap Doha, ribuan unta dilaporkan telah hilang dan dideportasi kembali ke Qatar melalui Kuwait. Proses pemulangan tersebut memakan biaya yang sangat besar.

Arab Saudi telah melancarkan blokade terhadap Qatar sejak Juni 2017 dengan menutup satu-satunya perbatasan kedua negara. Aksi embargo juga didukung sejumlah negara sekutu Saudi.

Dengan larangan terhadap hewan ternak tersebut, diperkirakan sekitar 22.000 unta dan ternak lainnya milik warga Qatar terancam tidak mendapat pasokan makanan dan air.

Melansir dari The New Arab, para pemilik hewan ternak di Qatar, sebelumnya telah lama menyewa padang rumput di wilayah Arab Saudi yang digunakan untuk mengembala unta-unta tersebut.

Hal tersebut dilakukan sebagai satu-satunya cara karena keterbatasan ruang pengembalaan di Qatar.

Tak hanya memberlakukan embargo dan blokade terhadap perbatasan, pemerintah Arab Saudi dikabarkan juga berniat menggali kanal yang akan memisahkan satu-satunya perbatasan darat dengan Qatar.

Jika terlaksana, maka kanal tersebut akan membuat Qatar menjadi pulau yang terpisah dengan daratan Arab.

Baca juga: Dilempar Sekop, Unta Sirkus Berlari Tak Terkendali dan Lukai 6 Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.