Kompas.com - 18/09/2018, 19:55 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad membela seorang pria yang dijatuhi hukuman mati karena menjual minyak ganja.

Diwartakan Channel News Asia Selasa (18/9/2018), Muhammad Lukman Mohamad ditahan pada 2015 atas kepemilikan 3,1 minyak ganja.

Baca juga: Mahathir Kecam Pencambukan Dua Perempuan Lesbian di Terengganu

Selain itu, dari pria 29 tahun itu, polisi juga menemukan 279 gram ganja kering, serta 1,4 kilogram tetrahydrocan nabininol (THC).

Pengadilan Tinggi Shah Alam pada 30 Agustus menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung kepada Lukman. Pengacaranya, Farhan Maaruf, berujar mereka telah mengajukan banding.

Sepanjang persidangan, Lukman bersaksi dia hanya menjual minyak ganja tersebut untuk keperluan medis.

Farhan menjelaskan, Lukman hanya menjual minyak kepada pasien yang menderita penyakit seperti kanker maupun leukemia.

Kasus itu menjadi perdebatan tentang penggunaan ganja untuk tujuan medis. Sejumlah anggota parlemen mengusulkan adanya amandemen terhadap peraturan kejahatan narkoba.

"Saya pikir, kami harus melakukan peninjauan kembali (hukuman mati)," kata Mahathir dalam video seperti dilansir Reuters.

Anggota parlemen dari koalisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir, Nurul Izzah Anwar, berujar dia bakal menyurati kantor kejaksaan agung Malaysia.

"Jika melihat laporan yang beredar, saya melihat vonis mati tersebut merupakan kesalahan hukum," kata Nurul.

Reuters memberitakan Malaysia, seperti negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, memberikan hukuman tegas bagi pelaku perdagangan narkoba.

2017 lalu, Parlemen Malaysia mengesahkan penghapusan vonis mati sebagai hukuman wajib bagi terdakwa kasus narkoba, dan menyerahkannya berdasarkan pertimbangan hakim.

Baca juga: Mahathir: Bunga Utang Pemerintahan Dahulu Saja Sudah Bikin Bangkrut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.