Iran: Serangan ke Idlib Jangan Rugikan Warga Sipil

Kompas.com - 17/09/2018, 23:13 WIB
Warga Suriah membawa harta benda mereka meninggalkan tempat tinggal dan kampung halaman mereka di Idlib menuju wilayah yang lebih aman, menyusul serangan yang dilancarkan pasukan rezim pro-pemerintah bersama sekutu Rusia.AFP / AAREF WATAD Warga Suriah membawa harta benda mereka meninggalkan tempat tinggal dan kampung halaman mereka di Idlib menuju wilayah yang lebih aman, menyusul serangan yang dilancarkan pasukan rezim pro-pemerintah bersama sekutu Rusia.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran siap memegang komitmen untuk melindungi warga sipil Suriah jika rezim Presiden Bashar al-Assad bersama sekutunya benar-benar melancarkan serangan skala penuh ke kantong pemberontak terakhir di Idlib.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, masalah kemanusiaan telah menjadi perhatian utamanya dalam situasi di Suriah.

"Masalah kemanusiaan sangat penting bagi kami. Sejalan dengan kebijakan kami memerangi terorisme dan merebut kembali integritas wilayah Suriah."

"Kami bertekad untuk menyelesaikan masalah Idlib sehingga rakyat tidak akan dirugikan," kata juru bicara kementerian Bahram Ghasemi kepada wartawan di Teheran.

Baca juga: Turki Disebut Pasok Persenjataan untuk Pemberontak Suriah di Idlib

Iran telah menjadi salah satu pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik berkepanjangan di negara itu.

Iran, bersama dengan Rusia dan Turki, telah kembali bertemu dalam pertemuan tripartit di Teheran pada 7 September lalu guna membahas rencana serangan ke Idlib, namun belum mencapai kesepakatan.

Ketika Ankara menyatakan persetujuannya dengan Moskwa untuk mengusir keluar kelompok ekstremis dari Suriah, namun juga khawatir dengan nasib pemberontak pro-Turki yang juga berada di kawasan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali bertemu dengan Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan untuk melanjutkan pembicaraan saat pertemuan di Teheran.

Meski Presiden Iran Hassan Rouhani tidak akan hadir dalam pertemuan lanjutan itu, ditegaskan Ghasemi, Teheran tetap terus berhubungan dengan kedua negara dan juga Suriah.

Sekitar 60 persen wilayah di Provinsi Idlib saat ini dikendalikan oleh kelompok milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang sebelumnya berafiliasi dengan Al Qaeda.

PBB dan organisasi non-pemerintah telah berulang kali memperingatkan akan bahaya serangan besar-besar ke Idlib yang dapat memicu bencana kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah.

Baca juga: Putin dan Erdogan Bertemu untuk Tentukan Nasib Idlib




Close Ads X