Kompas.com - 17/09/2018, 20:48 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Sochi, Rusia, Senin (17/9/2018) untuk membahas perkembangan terakhir di Idlib, Rusia. AFP/ALEXANDER ZEMLIANICHENKOPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Sochi, Rusia, Senin (17/9/2018) untuk membahas perkembangan terakhir di Idlib, Rusia.
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin (17/9/2018) bertemu untuk mencari kata sepakat terkait kota Idlib, Suriah yang masih dikuasai pemberontak.

Putin dan Erdogan berdiri di sisi yang berbeda dalam perang saudara Suriah yang sudah berlangsung tujuh tahun.

"Kami memiliki banyak isu untuk dibahas, termasuk hal-hal yang sulit," kata Putin di awal pertemuan yang digelar di kota wisata Sochi di pesisir Laut Hitam itu.

Baca juga: Turki Disebut Pasok Persenjataan untuk Pemberontak Suriah di Idlib

Putin menambahkan, pembicaraan ini digelar untuk mencari solusi yang selama ini belum ditemukan.

"Saya kira pertemuan kami hari ini dinanti seluruh dunia. Saya yakin pernyataan yang kami buat usai pertemuan akan memberikan harapan baru bagi kawasan ini," ujar Erdogan.

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia sudah berada di sekitar provinsi Idlib selama beberapa pekan terakhir.

Berkumpulnya pasukan dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya serangan darat dan udara besar-besaran untuk merebut basis terakhir pemberontak itu.

PBB dan berbagai organisasi non-pemerintah berulang kali memperingatkan bahwa serangan besar-besaran akan memicu "banjir darah" dan bencana kemanusiaan di Idlib yang dihuni sekitar tiga juta jiwa.

Sehingga, Turki mengintensifkan negosiasi dengan Rusia untuk menghindarkan serangan dan berulang kali menyerukan gencatan senjata.

Sebelumnnya, pada 7 September lalu, Putin dan Erdogan berjumpa di Teheran dalam pertemuan segitiga bersama Presiden Iran Hassan Rouhani.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.