Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Banjir Marikina Filipina dan Ketidakhadiran Duterte

Kompas.com - 17/09/2018, 16:07 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dan bukan itu saja yang tidak terlihat. Eligado menambahkan, dengan sedikit kekecewaan, “Duterte bahkan belum berkunjung ke Marikina sama sekali.”

Baca juga: Tingkat Kepercayaan Publik Filipina terhadap Duterte Capai Titik Terendah

Meskipun memiliki populasi lebih dari setengah juta, kota Marikina seakan hilang dari daftar pekerjaan Malacanang (Istana Presiden). Ada tiga kunjungan yang sempat direncanakan Duterte. Semuanya dibatalkan.

Mengecewakannya, justru Bong Go, asisten khusus Duterte, yang pergi berkunjung bersama seorang peniru Duterte. Tagar #NasaanAngPangulo (#DimanaPresidenku) menjadi viral dengan lebih dari 4.000 interaksi.

Sebagai perbandingan, sejak gempa bumi di Lombok pada 29 Juli lalu, Presiden Joko Widodo telah berkunjung ke pulau tersebut tiga kali. Ia bahkan memilih untuk menonton upacara penutupan Asian Games bersama para pengungsi.

Untuk seorang pemimpin yang mengaku “merakyat”, ketidakhadiran Duterte di Marikina telah membuat heran bahkan pendukung terkuatnya.

Namun sepertinya Eligado tidak peduli. “Saya tak keberatan. Saya juga tidak memilih Duterte. Saya memilih Aquino."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.