Ke China, Presiden Venezuela Dapat Kesepakatan Baru Terkait Minyak - Kompas.com

Ke China, Presiden Venezuela Dapat Kesepakatan Baru Terkait Minyak

Kompas.com - 16/09/2018, 21:13 WIB
Foto yang dirilis pada Jumat (14/9/2018) menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) dan Presiden China Xi Jinping berjalan pada upacara penyambutan di Beijing, China. (AFP/Marcelo Garcia)
Foto yang dirilis pada Jumat (14/9/2018) menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) dan Presiden China Xi Jinping berjalan pada upacara penyambutan di Beijing, China. (AFP/Marcelo Garcia)

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan, punya komitmen baru dengan China mengenai pendanaan industri minyak di tengah krisis yang sedang dihadapi negaranya.

Produksi minyak menjadi penyumbang utama pendapatan Venezuela, namun jatuh dalam level terendah dalam tiga dekade terakhir.

"Sekarang ada komitmen pembiayaan untuk meningkatkan produksi minyak, produksi emas, serta investasi di lebih dari 500 proyek pembangunan di Venezuela," katanya kepada televisi pemerintah Venezuela VTV seperti dikutip AFP, Sabtu (15/9/2018).

Baca juga: Presiden Venezuela: China adalah Kakak Kami

Maduro memulai kunjungan pada Jumat lalu untuk mencari bantuan dari China guna memperbaiki ekonomi negara yang runtuh.

Dia disambut oleh Presiden China Xi Jinping dan menghadiri pertemuan China Development Bank dan China National Petroleum Corporation.

Sebagai informasi, Venezuela telah menerima lebih dari 50 miliar dollar AS dari China, dan masih berutang sekitar 20 miliar dollar AS. Pembayaran utang selama ini dilakukan dengan pengiriman minyak.

Maduro tidak mengatakan jika utang tersebut turut dibicarakan dalam pertemuannya dengan Xi. Dia juga tidak mengutarakan mengenai kemungkinan China menawarkan pinjaman baru senilai 5 miliar dollar AS.

Produksi minyak mentah Venezuela yang menyumbang 96 persen pendapatan negara, justru turun pada Agustus lalu menjadi 1,4 juta barel per hari.

Jumlah itu merupakan yang terendah dalam tiga dekade terakhir, kecuali pada periode antara 2002 dan 2003.

Baca juga: China Akan Berikan Pinjaman 5 Miliar Dollar AS kepada Venezuela

Seperti diketahui, pemerintahan Maduro melakukan devaluasi mata uang nasional untuk menghentikan kehancuran ekonomi dan hiperinflasi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan laju inflasi Venezuela pada akhir tahun dapat mencapai 1.000.000 persen.

Lebih dari 1,6 juta penduduk Venezuela mengalami kekurangan pangan dan obat-obatan. Mereka memutuskan untuk meninggalkan negara sejak 2015, menuju ke negara Amerika Latin.


Terkini Lainnya


Close Ads X