Diculik Abu Sayyaf Tahun Lalu, 3 Nelayan Indonesia Berhasil Dibebaskan

Kompas.com - 16/09/2018, 20:14 WIB
Ilustrasi.IST Ilustrasi.

JOLO, KOMPAS.com - Tiga nelayan Indonesia yang ditahan oleh anggota kelompok penculik yang kejam di Filipina selatan, kini telah dibebaskan.

Militer Filipina menyatakan pada Minggu (16/9/2018), mereka diculik sejak Januari 2017 ketika berada di lepas laut Malaysia. Kemudian, mereka dibawa ke tempat persembunyian di hutan.

AFP mewartakan, para sandera yang dibebaskan di kota Indanan, Sulu, adalah Hamdam Salim (34), Subandi Satto (27), dan Sudarlan Samansung (41).

Baca juga: Menhan Filipina: Pimpinan Abu Sayyaf dan Maute Tewas di Marawi


Pada Sabtu (15/9/2018), mereka diserahkan kepada pihak berwenang menyusul adanya operasi militer intensif terhadap kelompok Abu Sayyaf.

South China Morning Post melaporkan, pembebasan tersebut juga dibantu oleh Front Pembebasan Nasional Moro, kelompok pemberontak yang menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Filipina.

Mereka dibawa ke rumah sakit militer dan diserahkan kepada duta besar Indonesia, yang akan menemani mereka ke Manila.

Ketika ditanya mengenai adanya uang tebusan, Letnan Kolonel Gerry Besana menyanggahnya.

"Tidak, tidak ada tebusan yang diberikan. Mereka ditekan oleh operasi kami," katanya kepada AFP.

Abu Sayyaf dikenal sebagai pemenggal kepala sandera, kecuali ada tebusan dengan sejumlah bayaran.

Kelompok itu merupakan jaringan militan yang terbentuk pada 1990-an dengan uang dari jaringan Al-Qaeda Osama bin Laden.

Baca juga: Dua WNI Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Mereka telah menghasilkan jutaan dolar dari aksi penculikan dan lainnya. Orang asing kerap menjadi target utama.

Pada 2016, anggota Abu Sayyaf menculik para pelaut di perairan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Abu Sayyaf masih menahan 11 sandera, termasuk seorang pengamat burung asal Belanda yang diculik pada 2012 dan seorang warga Vietnam.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X