Korban Tewas Siklon Tropis Mangkhut di Filipina Tambah Jadi 49 Orang - Kompas.com

Korban Tewas Siklon Tropis Mangkhut di Filipina Tambah Jadi 49 Orang

Kompas.com - 16/09/2018, 19:04 WIB
Petugas penyelamat membersihkan jalan dari puing-puing yang disebabkan oleh angin kencang siklon tropis Mangkhut di kota Baggao di provinsi Cagayan, sebelah utara Manila, Filipina, Sabtu (15/9/2018). (AFP/Ted Aljibe) Petugas penyelamat membersihkan jalan dari puing-puing yang disebabkan oleh angin kencang siklon tropis Mangkhut di kota Baggao di provinsi Cagayan, sebelah utara Manila, Filipina, Sabtu (15/9/2018). (AFP/Ted Aljibe)

MANILA, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas akibat siklon tropis Mangkhut di Filipina bertambah menjadi 49 orang hingga Minggu (16/9/2018).

Korban terakhir yang ditemukan kebanyakan meninggal akibat tertimpa tanah longsor, termasuk keluarga yang beranggotakan empat orang.

Siklon tropis telah meninggalkan bentangan pulau utama di Filipina, Luzon, hingga menyebabkan tanah longsor dan memutus akses jalan.

Di kota Baggao, angin menghancurkan rumah-rumah, merobohkan atap dan tiang listrik. 

Baca juga: Usai Tewaskan 30 Orang di Filipina, Siklon Tropis Mangkhut Mengoyak Hong Kong

Pertanian di pulau Luzon bagian utara, wilayah penghasil beras dan jagung, terendam oleh banjir lumpur sehingga menyebabkan gagal panen.

Sementara itu, badai terbesar di dunia sepanjang tahun ini juga mengoyak Hong Kong. Seorang perempuan dilaporkan tersapu ke laut di Taiwan.

Setelah menghantam Hong Kong, siklon tropis Mangkhut mulai menerjang pesisir kota Jiangmen, provinsi Guangdong, China bagian selatan pada Minggu malam.

Otoritas cuaca Hong Kong sebelumnya mengeluarkan peringatan badai dengan hembusan angin lebih dari 230 km/jam. Sejauh ini, sekitar 100 orang mengalami cedera.

Di desa nelayan Tai O, banyak orang tinggal di rumah panggung yang dibangun di atas laut berupaya untuk menyelamatkan tempat tinggal mereka dari genangan banjir.

Baca juga: Ancaman Siklon Mangkhut, Kasino di Makau Tutup untuk Kali Pertama

"Air banjir mengalir deras ke rumah saya, tapi saya terus membuang air keluar. Ini seperti berpacu dengan waktu," kata seorang warga bernama Lau King-cheung.

Hampir semua penerbangan dari dan menuju Hong Kong dibatalkan. Sekolah di kota juga akan tutup hingga Senin (17/9/2018).

Sebelum mencapai pesisir selatan China, badai bergerak melewati Makau. Seluruh kasino ditutup untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sebanyak dua juta orang telah dievakuasi oleh pihak berwenang di Guangdong, sebelum siklon tropis mencapai daratan.


Komentar
Close Ads X