Diduga Diracun, Aktivis Pussy Riot Rusia Jalani Perawatan di Berlin

Kompas.com - 16/09/2018, 14:09 WIB
Anggota dari kelompok punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, berjalan dengan polisi selama sidang pengadilan di gedung pengadilan di Moskwa, Rusia, pada 31 Juli 2018. (AFP/Vasily Maximov) Anggota dari kelompok punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, berjalan dengan polisi selama sidang pengadilan di gedung pengadilan di Moskwa, Rusia, pada 31 Juli 2018. (AFP/Vasily Maximov)

BERLIN, KOMPAS.com - Nama Pussy Riot makin dikenal publik setelah anggota kelompok musik dan aktivis itu masuk ke lapangan stadion tanpa izin, saat digelarnya Final Piala Dunia 2018 di Moskwa, Rusia.

Sejak itu, penangkapan dan persidangan mereka tak pernah luput dari pemberitaan.

Dalam perkembangan terbaru, seorang aktivis Pussy Riot bernama Pyotr Verzilov harus diterbangkan ke Berlin, Jerman, untuk menerima perawatan medis khusus.

Baca juga: Kemungkinan Diracun, Aktivis Pussy Riot di Rusia Masuk Rumah Sakit


Dia diduga diracun karena merasa sakit, usai mengikuti sidang pada Selasa lalu. Sempat dibawa ke rumah sakit setempat karena kondisinya serius.

BBC mewartakan pada Minggu (16/9/2018), dia dilaporkan mengalami kehilangan penglihatan dan kemampuan berbicara.

Menurut keterangan dari rekan-rekannya, Verziloh menghabiskan waktu beberapa hari dalam perawatan intensif, sebelum akhirnya kembali sadar pada Jumat lalu.

Pria berusia 30 tahun itu terbang ke Jerman berkat bantuan dari organisasi Cinema for Peace Foundation.

Pesawat sewaan untuk mengangkut Verzilov telah mendarat di bandara Berlin Schonefeld, sekitar pukul 22.45 waktu setempat pada Sabtu (15/9/2018).

Kekasih Verzilov, Veronika Nikulshina dan anggota Pussy Riot lainnya secara terbuka berspekulasi mengenai kemungkinan pria itu diracuni.

"Ini jelas racun obat antikolinergik," kata Nikulshina, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Baca juga: Aktivis Pussy Riot Kabur dari Rusia untuk Tampil di Festival Seni

Obat tersebut diyakini mempengaruhi sistem saraf dan dapat dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk Parkinson atau asma.

Sebelum kehilangan kesadarannya pada Selasa lalu, Verzilov mengatakan kepada dokter bahwa dia tidak mengonsumsi obat apa pun.

Setelah sadar pada Sabtu (15/9/2018), dia masih mengalami delirium atau kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran, serta halusinasi.

"Dia berkomunikasi lebih baik sekarang, tapi dia juga tertidur karena dia lelah," ucapnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X