Rumah Hanya Diterangi Lampu Minyak, Murid Ini Selesaikan PR di Sekolah - Kompas.com

Rumah Hanya Diterangi Lampu Minyak, Murid Ini Selesaikan PR di Sekolah

Kompas.com - 14/09/2018, 18:48 WIB
Dalam unggahan seorang guru bernama Mark Pee Ortil Pornasdoro, seorang murid bernama Jeric Reyes menjadi viral karena memutuskan tetap mengerjakan PR di sekolah karena di rumahnya tak mendapat listrik.Facebook/Mark Pee Ortil Pornasdoro Dalam unggahan seorang guru bernama Mark Pee Ortil Pornasdoro, seorang murid bernama Jeric Reyes menjadi viral karena memutuskan tetap mengerjakan PR di sekolah karena di rumahnya tak mendapat listrik.

ATIMONAN, KOMPAS.com - Seorang guru di Filipina menjadi viral setelah dia membagikan kisah salah satu muridnya.

Guru SMA Nasional Malusak di Atinoman Mark Pee Ortil Pornasdoro awalnya sedang melakukan pengecekan di ruang-ruang kelas pukul 19.30 waktu setempat.

Dilansir Coconut Jumat (14/9/2018), pengecekan dilakukan sebagai persiapan sekolah menghadapi Topan Super Mangkhut.

Baca juga: Beda dengan Depok dan Blitar, Guru di Jakarta Diizinkan Beri PR untuk Siswa

Saat di Kelas 11, dia melihat si murid, Jeric Reyes, sedang mengerjakan pekerjaan rumah ( PR), yang seharusnya diserahkan dua jam sebelumnya.

Namun, tugas itu ditunda karena kelas dibatalkan setelah adanya pemberitahuan badai. Momen itulah yang dipakai Reyes menuntaskan PR-nya.

Ketika Pornasdoro bertanya apakah dia lapar, Reyes menjawab belum karena masih ada beberapa pertanyaan yang harus diselesaikan.

Jawaban selanjutnya menjadi alasan Pornasdoro memutuskan untuk mengunggah kisah beserta foto Reyes di Facebook.

Dalam caption berbahasa Filipino, Pornasdoro menuturkan Reyes berkata bahwa dia sudah terbiasa menahan lapar karena penderitaan merupakan temannya.

"Dia tinggal di Barangay (desa) Malusak, di mana tidak ada listrik. Rumahnya hanya diterangi lampu minyak," tutur Pornasdoro.

Yang membuatnya kagum, di saat murid-murid lain sedang bersantai karena kelasnya ditunda, dia memutuskan tetap bertahan dan mengerjakan PR.

"Dia bertahan hanya untuk belajar. Sungguh mulia. Orang-orang seharusnya tak membiarkan sumber sinar seperti ini sirna," ujar dia.

Dalam unggahannya, dia menuturkan keberadaan murid seperti Reyes-lah yang membuatnya begitu menyukai profesinya sebagai guru.

"Dia membuat saya menangis. Namun dalam hati saya tersenyum. Masih ada harapan di dunia ini," kata Pornasdoro.

Adapun Reyes menyelesaikan tugasnya delapan menit setelah Pornasdoro melihatnya. Keduanya meninggalkan sekolah pada pukul 19.41 waktu setempat.

Salah satu netizen yang bernama Jaysson Aguaviva Alilita berkomentar Reyes adalah panutan bagi generasi muda Filipina.

Baca juga: Disdik Depok: Larangan PR Bagi Siswa Sudah Sejak Tahun Lalu, tetapi...



Close Ads X