Sendirian, Pria Ini Bertekad Tutup Semua Lubang Jalan di Mumbai - Kompas.com

Sendirian, Pria Ini Bertekad Tutup Semua Lubang Jalan di Mumbai

Kompas.com - 14/09/2018, 14:22 WIB
Dadaro Bilhore (48), selama tiga tahun terakhir berjuang menutup lubang jalan di kota Mumbai, India. Dia melakukan hal ini setelah putranya meninggal dunia dalam kecelakaan setelah sepeda motornya terpelanting karena melindas lubang jalan.AFP/INDRANIL MUKHERJEE Dadaro Bilhore (48), selama tiga tahun terakhir berjuang menutup lubang jalan di kota Mumbai, India. Dia melakukan hal ini setelah putranya meninggal dunia dalam kecelakaan setelah sepeda motornya terpelanting karena melindas lubang jalan.

MUMBAI, KOMPAS.com - Dadarao Bilhore beristirahat sejenak setelah menutup sebuah lubang jalan di Mumbai, kota dagang dan ekonomi India.

Setelah meletakkan sekopnya, Dadarao duduk, menengadahkan wajahnya ke langit, dan berdoa untuk putranya yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas akibat lubang di jalanan kota Mumbai.

Prakash Bilhore (16), seorang pelajar berbakat, meningal dunia pada Juli 2015 dalam kecelakaan di kota berpenduduk 20 juta jiwa itu.

Baca juga: Mbah Sadiyo, Pemulung yang Sukarela Tambal Lubang Jalan di Sragen

Kematian sang putra amat memukul Dadarao dan untuk mengobati kesedihannya, pria berusia 48 tahun itu memutuskan untuk memperbaiki jalanan di kota Mumbai.

Dengan berbekal sekop dan kerikil yang diperolehnya dari lokasi-lokasi pembangunan, Dadarao selama tiga tahun terakhir berhasil menutup hampir 600 lubang di hampir semua ruas jalan di Mumbai.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang sayuran itu melakukan aksi menambal jalanan ini sebagai cara mengingat putra tercintanya.

Dia berharap upayanya menutup lubang jalanan ini bisa menyelamatkan nyawa warga lain di kota yang sibuk itu.

"Kematian Prakash yang mendadak menyisakan lubang kosong di kehidupan kami. Saya melakukan ini untuk mengenang dan menghormati dia," ujar Dadarao.

"Saya juga tak ingin orang lain kehilangan orang-orang yang dicintai seperti yang kami alami, tambah Dadaro.

Prakash sedang membonceng ketika sepeda motor yang dia tunggangi bersama saudara sepupunya terjatuh setelah menghantam lubang jalanan yang cukup dalam.

Keduanya terlempar dan jatuh ke jalanan. Naas, Prakash yang tak mengenakan helm mengalami cedera otak yang parah.

Sementara sang sepupu yang mengenakan helm, hanya mengalami luka ringan.

Kejadian seperti yang menimpa Prakash kerap muncul di Mumbai terutama saat musim hujan yang disebut sebagai penyebab munculnya lubang jalanan.

Baca juga: Lubang Jalan di Jepang yang Diperbaiki dalam Dua Hari Muncul Kembali

Begitu banyaknya lubang di jalanan kota Mumbai sehingga sebuah kampanye untuk memasukkan Mumbai ke dalam Guinness World Record sebagai kota dengan lubang jalanan paling banyak di dunia.

Navin Lade, seorang warga Mumbai, lewat situs www.mumbaipotholes.com mengklaim terdapat lebih dari 27.000 lubang jalanan.

Namun, pemerintah kota Mumbai nampaknya keberatan dengan temuan yang diungkap Navin Lade itu.

Jumlah lubang jalan mungkin bisa diperdebatkan, tetapi data korban akibat masalah ini memang cukup mencengangkan.

Data resmi pemerintah menyebut tahun lalu di seluruh India sebanyak 3.597 orang tewas akibat lubang jalanan atau rata-rata 10 orang tewas dalam sehari.

Warga menyesalkan lambannya langkah pemerintah, apalagi pemerintah lokal dinilai tak mampu memelihara kondisi jalanan di berbagai kota.

Para aktivis mengatakan, para kontraktor yang ditugasi memperbaiki jalan raya, sengaja  melakukan pekerjaan mereka dengan amat buruk.

Sehingga, tahun berikutnya mereka kembali mendapatkan proyek untuk memperbaiki jalanan kota.

"Pemerintah harus bertanggung jawab dan membangun infrastruktur yang lebih baik," desak Dadarao.

Dadarao menambahkan, selama ini dia sudah memperbaiki 585 lubang jalan, sebagian besar sendirian dan sisanya bersama para relawan yang tergerak setelah mendengar kisah sedihnya.

Baca juga: Pemerintah Terlecehkan oleh Komunitas Penambal Lubang Jalan

Aksi ini membuat Dadarao sering menghiasi media massa India dan menerima penghargaan serta mendapat julukan "pothole dada".

"Pengakuan terhadap pekerjaan ini memberi saya kekuatan untuk mengatasi rasa sedih dan setiap kali saya bekerja saya merasa Prakash ada di samping saya," ujar Dadarao.

"Selama saya masih hidup dan bisa berdiri, saya akan menutup semua lubang jalanan," ujar Dadarao.



Komentar
Close Ads X