Badai Florence: Narapidana di Carolina Selatan Tak Dievakuasi

Kompas.com - 14/09/2018, 08:57 WIB
Penampakan Badai Florence yang diambil oleh astronot asal Jerman, Alexander Gerst, dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. (Twitter/Alexander Gerst) Penampakan Badai Florence yang diambil oleh astronot asal Jerman, Alexander Gerst, dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. (Twitter/Alexander Gerst)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badai Florence yang akan menghantam wilayah Pesisir Timur Amerika Serikat membuat lebih dari 1 juta orang diinstruksikan untuk mengungsi.

Namun, beberapa orang tetap akan tinggal di tempat mereka yang merupakan jalur Badai Florence.

Pasalnya, sebanyak 650 tahanan di penjara MacDougall Correctional Institution tidak dievakuasi.

"Sebelumnya, justru lebih aman berada di tempat narapidana ketimbang memindahkan mereka ke lokasi lain," kata juru bicara South Carolina Department of Corrections, seperti dikutip dari Vice News.


Baca juga: Begini Penampakan Badai Florence dari Stasiun Luar Angkasa

BBC pada Kamis (13/9/2018) mengabarkan, ada dua penjara di Carolina Selatan yang tidak memindahkan tahanan, meski lokasinya berada di zona evakuasi.

"Di masa lalu, lebih aman untuk meninggalkan mereka di sana," imbuh juru bicara.

Sementara itu, beberapa narapidana di negara bagian Virgina dan Carolina Utara telah dievakuasi.

Sebagai informasi, negara bagian Carolina Selatan memang tidak mengevakuasi tahanan terkait bencana badai sejak 1999. Selain faktor keamanan, evakuasi juga dapat menjadi mahal dan memerlukan banyak sumber daya.

Badai Maria yang melanda tahun lalu di Puerto Rico, membuat sebanyak 13 narapidana melarikan diri saat dievakuasi.

Keputusan untuk tidak memindahkan tahanan menuai berbagai reaksi dari pengguna media sosial.

Mereka berkaca pada peristiwa dahsyatnya Badai Katrina pada 2005 yang membuat ribuan narapidana berada kondisi yang mengerikan karena tidak dievakuasi.

Baca juga: Ancaman Badai Florence, 1 Juta Penduduk AS Diminta Segera Mengungsi

"Hampir 1.000 tahanan dibiarkan meninggal di Penjara Orleans Parish selama badai Katrina," tulis mahasiswa bernama Bedour Alagraa di Twitter.

Lembaga ACLU dan Human Rights Watch menyebutkan, para tahanan ditinggalkan begitu saja di sel tanpa makanan dan air selama berhari-hari, sementara ketinggian air mencapai langit-langit.

Penjara Orleans Parish Prison kemudian dievakuasi empat hari setelah badai menerjang. Beberapa tahanan melihat mayat, sedangkan Human Rights Watch mengklaim ada 517 narapidana yang hilang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,Vice News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X