360.000 Orang Tewas Selama 7 Tahun Perang Suriah - Kompas.com

360.000 Orang Tewas Selama 7 Tahun Perang Suriah

Kompas.com - 14/09/2018, 08:22 WIB
Pasukan propemerintah Suriah tiba di perbatasan Nassib yang berseberangan dengan Yordania, selatan Daraa, usai terjadinya kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok pemberontak.AFP / MOHAMAD ABAZEED Pasukan propemerintah Suriah tiba di perbatasan Nassib yang berseberangan dengan Yordania, selatan Daraa, usai terjadinya kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok pemberontak.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Lebih dari 360.000 orang tewas di Suriah dalam perang selama 7 tahun.

Demikian pernyataan dari Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah (SOHR) pada Kamis (13/9/2018), seperti diwartakan AFP.

Sementara, komunitas internasional tengah dikhawatirkan dengan serangan pemerintah Suriah terhadap pemberontak di provinsi Idlib yang akan menjadi pertumpahan darah besar.

Sejauh ini, ada 364.792 orang yang tercatat tewas, di mana sepertiganya merupakan warga sipil.

Baca juga: Lebih dari 38.500 Penduduk Suriah Mengungsi dalam Dua Pekan Terakhir

Jumlah korban menunjukkan peningkatan sekitar 13.000 orang dalam enam bulan terakhir.

Secara rinci, perang telah membunuh 110.687 warga sipil, termasuk lebih dari 20.000 anak dan hampir 13.000 wanita.

Lebih dari 124.000 pejuang pro-pemerintah telah tewas, sekitar setengah dari mereka merukapan pasukan rezim pemerintah dan sisanya terdiri dari milisi Suriah dan asing yang setia kepada Assad.

Di antara mereka, ada 1.665 korban jiwa dari gerakan Hezbollah Lebanon.

SOHR mencatat kematian 64.000 orang dari kelompok garis keras, termasuk dari kelompok ISIS dan mantan afiliasi Al-Qaeda.

Baca juga: Kapal Perusak Tiba, AS Diduga Punya 200 Rudal Tomahawk di Suriah

Sebanyak 64.800 anggota dari kelompok lain, termasuk pemberontak, tentara yang membelot dan Kurdi, juga tewas sejak perang berkecamuk pada 2011.

Berakhirnya bantuan kemanusiaan dari Israel

Terkait bantuan kemanusiaan, militer Israel mengumumkan berakhirnya operasi bantuan kemanusiaan dan medis bagi penduduk Suriah yang berada di dataran tinggi Golan.

Israel memiliki sebuah kebijakan menyediakan bantuan kepada penduduk Suriah yang mencapai garis gencatan senjata Golan, tanpa melibatkan diri ke dalam konflik.

"Bantuan kemanusiaan ini telah berakhir dengan kembalinya rezim Suriah di bagian selatan Suriah," demikian pernyataan militer Israel.

Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 4.900 penduduk sipil Suriah, termasuk 1.300 anak, telah menjalani perawatan di rumah sakit Israel.

Baca juga: Turki Disebut Pasok Persenjataan untuk Pemberontak Suriah di Idlib

Sekitar 7.000 warga Suriah juga dirawat di rumah sakit darurat di dekat garis gencatan senjata Holan.

Makanan, peralatan medis, obat-obatan, tenda, generator, bahan bakar dan pakaian diberikan kepada mereka sebagai bagian dari "Operation Good Neighbor".


Komentar
Close Ads X