DAMASKUS, KOMPAS.com - Lebih dari 360.000 orang tewas di Suriah dalam perang selama 7 tahun.
Demikian pernyataan dari Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah (SOHR) pada Kamis (13/9/2018), seperti diwartakan AFP.
Sementara, komunitas internasional tengah dikhawatirkan dengan serangan pemerintah Suriah terhadap pemberontak di provinsi Idlib yang akan menjadi pertumpahan darah besar.
Sejauh ini, ada 364.792 orang yang tercatat tewas, di mana sepertiganya merupakan warga sipil.
Baca juga: Lebih dari 38.500 Penduduk Suriah Mengungsi dalam Dua Pekan Terakhir
Jumlah korban menunjukkan peningkatan sekitar 13.000 orang dalam enam bulan terakhir.
Secara rinci, perang telah membunuh 110.687 warga sipil, termasuk lebih dari 20.000 anak dan hampir 13.000 wanita.
Lebih dari 124.000 pejuang pro-pemerintah telah tewas, sekitar setengah dari mereka merukapan pasukan rezim pemerintah dan sisanya terdiri dari milisi Suriah dan asing yang setia kepada Assad.
Di antara mereka, ada 1.665 korban jiwa dari gerakan Hezbollah Lebanon.
SOHR mencatat kematian 64.000 orang dari kelompok garis keras, termasuk dari kelompok ISIS dan mantan afiliasi Al-Qaeda.
Baca juga: Kapal Perusak Tiba, AS Diduga Punya 200 Rudal Tomahawk di Suriah
Sebanyak 64.800 anggota dari kelompok lain, termasuk pemberontak, tentara yang membelot dan Kurdi, juga tewas sejak perang berkecamuk pada 2011.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.