Spanyol Putuskan Lanjutkan Pengiriman 400 Rudal Kendali Laser ke Arab Saudi - Kompas.com

Spanyol Putuskan Lanjutkan Pengiriman 400 Rudal Kendali Laser ke Arab Saudi

Kompas.com - 13/09/2018, 23:25 WIB
Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell.AFP / JOHN THYS Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell.

MADRID, KOMPAS.com - Pemerintah Spanyol pada akhirnya memutuskan bakal melanjutkan pengiriman sebanyak 400 rudal kendali laser ke Arab Saudi, sesuai kesepakatan pada 2015.

Keputusan melanjutkan kesepakatan penjualan rudal kendali tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell pada Kamis (13/9/2018).

"Pada akhirnya, keputusannya adalah untuk mengirimkan rudal-rudal tersebut untuk menghormati perjanjian yang telah disepakati pada 2015 yang dibuat oleh pemerintah sebelumnya," kata Borrell dilansir The New Arab.

Baca juga: Spanyol Batal Jual 400 Rudal Kendali Laser ke Arab Saudi

Pemerintah Spanyol sempat mendapat kecaman dari berbagai kelompok hak asasi manusia sebagai salah satu eksportir senjata terbesar ke Arab Saudi.

Kritikan tersebut tak lepas dari dugaan bahwa Arab Saudi bersama koalisinya berperan besar dalam peperangan yang menyengsarakan jutaan warga di Yaman.

Serangan yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi dikatakan telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan menyebabkan 8,4 juta warga Yaman terancam kelaparan.

Pengumuman keputusan melanjutkan pengiriman itu membalik pengumuman pada pekan lalu yang menyebut Spanyol membatalkan kesepakatan dan siap mengembalikan uang 9,2 juta euro (sekitar Rp 159 miliar) kepada Saudi.

Pembatalan tersebut muncul setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengakui melakukan kesalahan dalam serangan udara menargetkan kelompok pemberontak di Yaman pada Agustus lalu, yang menewaskan 40 anak-anak.

Insiden itu memicu gelombang kemarahan dan desakan dari dunia internasional kepada Dewan Keamanan PBB untuk dilakukannya penyelidikan yang terpercaya dan tranparan.

Pembalikan keputusan pembatalan tersebut setelah Menteri Pertahanan Spanyol Margarito Robles melakukan perundingan dengan pemerintah pada Senin (10/9/2018) lalu.

Baca juga: Spanyol Segera Pindahkan Sisa Jenazah Diktator Francisco Franco

Borrell mengaku siap menjawab kecaman dari kelompok hak asasi manusia terkait rudal kendali tersebut yang disebutnya memiliki presisi luar biasa dan tidak akan menyebabkan kerusakan di luar yang ditargetkan.

Selain itu, pembatalan kesepakatan penjualan rudal dikhawatirkan turut mengancam kesepakatan yang lebih besar, termasuk penjualan lima kapal perang dan mengancam ribuan pekerjaan.



Close Ads X