Hindari Wajib Militer, Mahasiswa Korsel Dituduh Naikkan Berat Badan

Kompas.com - 13/09/2018, 16:07 WIB
Sejumlah prajurit militer Korsel sedangan berjalan di stasiun kereta api di Kota Seoul, pada 20 April 2017.  AP Photo/Ahn Young-joonSejumlah prajurit militer Korsel sedangan berjalan di stasiun kereta api di Kota Seoul, pada 20 April 2017.

SEOUL, KOMPAS.com - Sekelompok mahasiswa di Korea Selatan ( Korsel) dituding sengaja menaikkan berat badannya agar terhindar dari wajib militer.

Newsweek mewartakan Rabu (12/9/2018), 12 mahasiswa yang dituduh itu berasal dari jurusan musik sebuah universitas di Seoul.

Dalam pernyataan Dinas Personel Militer, ke-12 mahasiswa itu mengonsumsi banyak jus dan bubuk protein di hari tes fisik mereka.

Baca juga: Gagal Raih Emas Asian Games, Pemanah Korsel Harus Ikut Wajib Militer


Karena dianggap kelebihan berat badan, 12 mahasiswa diminta untuk mengabdi di kantor pemerintah. Dua orang telah menyelesaikan pengabdian mereka.

Kemudian empat orang masih melaksanakan tugas, sementara enam orang sisanya masih menunggu ke mana mereka ditempatkan.

Militer menggunakan teknologi forensik digital untuk menemukan kejanggalan ke-12 mahasiswa itu, termasuk melihat isi percakapan mereka.

Kasus mereka bakal dibawa ke jaksa penuntut. Jika terbukti bersalah, mereka diwajibkan kembali melakukan tes fisik, dan bisa menjalani wajib militer.

"Kami berharap para pelanggar wajib militer itu bakal menjadi contoh bagi masyarakat agar berpikir dua kali sebelum melakukannya," kata dinas personel.

Setiap pria di Korsel diwajibkan menjalani wajib militer selama 21 bulan sebelum mereka berusia 28 tahun.

Pengecualian dilakukan jika dalam pemeriksaan mereka mengalami kelebihan atau kekurangan berat badan, punya riwayat kriminal, atau memiliki disabilitas.

Para atlet yang mengharumkan nama negara dengan mendapat medali emas di ajang Olimpiade maupun Asian Games juga dibebaskan dari wajib militer.

Penyerang klub Inggris Tottenham Hotspur Son Heung-min bebas dari kewajiban setelah mengantarkan Korsel meraup medali emas di Asian Games Jakarta-Palembang.

Melebihkan berat badan dilaporkan menjadi strategi yang paling umum digunakan di 2017. 37 prsen di antara 57 kasus terjadi karena kelebihan berat badan.

Berpura-pura gila berada di tempat kedua dengan 23,7 persen, dan membubuhkan tato di tubuh di peringkat tiga dengan 20,3 persen.

Baca juga: Korsel Raih Medali Emas, Son Heung-min Tak Mau Bahas Wajib Militer

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X