AS Pertimbangkan Beri Sanksi ke China atas Perlakuan ke Muslim Uighur

Kompas.com - 12/09/2018, 18:24 WIB
Sejumlah warga etnis Uighur menggelar unjuk rasa di Brussels, Belgia menuntut Uni Eropa mendesak China untuk menghormati hak asasi warga Uighur di wilayah Xinjiang serta meminta penutupan pusat-pusat reedukasi tempat warga Uighur ditahan. AFP/EMMANUEL DUNANDSejumlah warga etnis Uighur menggelar unjuk rasa di Brussels, Belgia menuntut Uni Eropa mendesak China untuk menghormati hak asasi warga Uighur di wilayah Xinjiang serta meminta penutupan pusat-pusat reedukasi tempat warga Uighur ditahan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menyatakan sangat prihatin dengan perlakuan China terhadap etnis minoritas di Xinjiang.

Diwartakan The Guardian Rabu (12/9/2018), pemerintahan Presiden Donald Trump mempertimbangkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan yang dituding melanggar HAM.

Sebelumnya terdapat laporan bahwa pemerintah China menangkap satu juta warga yang mayoritas merupakan etnis Uighur.

Baca juga: Pemerintah China Bantah Kabar Penangkapan 1 Juta Warga Muslim Uighur

Dalam pertemuan PBB di Jenewa, Swiss, Beijing membantah laporan itu. Namun mengakui memang mengirim warga Uighur ke pusat "reedukasi".

"Kami sangat terganggu dengan perlakuan yang menimpa tidak hanya Uighur. Namun juga Kazakh, dan warga Muslim lain di China," kata juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert.

Dia melanjutkan, AS menerima laporan ada ribuan orang yang ditahan di sebuah kamp rahasia sejak April 2017, dan jumlahnya terus meningkat.

Akhir Agustus lalu, sekelompok anggota dewan menemui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Para anggota dewan itu mendesak keduanya agar menerbitkan sanksi terhadap tujuh pejabat China, termasuk Chen Quanguo, Ketua Partai Komunis Xinjiang.

AS juga mempertimbangkan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang membuat kamp detensi dan sistem pengawasan untuk memonitor Uighur.

Nauert menolak menjabarkan kabar tersebut. "Saya tidak ingin berspekulasi apakah AS bakal memberi sanksi atau tidak," tegas dia.

Di bawah Hukum Global Magnistky, efek dari sanksi itu adalah AS berhak membekukan aset si pelanggar, melarang mereka memasuki AS maupun berbisnis dengan warganya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X