Kompas.com - 12/09/2018, 14:31 WIB
|

PORTLAND, KOMPAS.com - Seorang pria asal negara bagian Oregon, AS lolos dari hukuman penjara 50 tahun setelah seekor anjing labrador yang diduga telah dia bunuh ditemukan masih hidup.

Joshua Horner (42), dijatuhi vonis hukuman penjara berdurasi lama itu pada 2017 dalam kasus pelecehan terhadap seorang anak perempuan.

Selain diduga melakukan pelecehan seks, Horner juga dituduh menembak mati seekor anjing labrador di depan korbannya itu.

Baca juga: Kisah Anjing Labrador Selamatkan Majikannya yang Tunanetra

Horner dituduh membunuh anjing tersebut untuk mengancam sang korban agar tidak melapor ke polisi.

Namun kemudian, anjing itu ditemukan hidup dengan pemilik barunya. Hewan itu ditemukan organisasi Oregon Innocence Project (OIP) yang mengevaluasi kasus ini.

Organisasi nirlaba itu memutuskan untuk mengevaluasi kasus tersebut karena dalam sidang pengadilan juri tidak memberikan keputusan bulat dan ditemukan sejumlah kejanggalan.

Awalnya OIP menyampaikan ikhwal keraguan atas keputusan pengadilan ini kepada jaksa setempat John Hummel yang kemudian bersedia bekerja sama mengevaluasi kasus yang menjerat Horner.

Salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah keberadaan anjing labrador yang disebut ditembak Horner.

OIP bersikukuh anjing tersebut masih hidup dan jika asumsi itu benar maka bisa membuktikan bahwa korban selama ini telah berbohong.

Kemudian penyelidik OIP dan seorang star kantor kejaksaan melakukan upaya untuk mencari keberadaan anjing berbulu hitam itu.

Upaya itu tidak sia-sia karena mereka akhirnye menemukan anjing iltu hidup bersama pemilik barunya di kawasan pesisir beberapa kilometer dari kediaman lamanya.

"Anjing itu sedang minum air dari sebuah wadah dan duduk di bawah teduhnya pohon. Kami bermain dengan anjing itu, mengelusnya, benar-benar menyenangkan," kata Lisa Christon, seorang relawan OIP.

Identitas anjing itu kemudian dipastikan melalui ciri-ciri fisik dan bukti-bukti lain terkait kepemilikan.

"Lucy si anjing, tidak ditembal. Dia hidup dan amat sehat," demikian pernyataan kantor jaksa distrik.

"Penyidik kami dan dari Oregon Innocent Project melacak keberadaan Lucy, memastikan identitasnya, menghabiskan waktu dengannya, dan mengambil fotonya," tambah kejaksaan.

Berdasarkan bukti baru itu, Pengadilan Banding Oregon memerintahkan Horner dibebaskan dari penjara pada Agustus lalau dan sidang baru dijadwalkan.

Upaya untuk mendapatkan keterangan dari korban terkait kesaksiannya belum membuahkan hasil. Dia tidak muncul dalam pertemuan yang dijadwalkan dan melarikan diri saat melihat staf kejaksaan.

Baca juga: Duma, Anjing Labrador yang Rawat dan Susui 4 Anak Kucing

Kemudian kabar baru muncul, pengadilan merasa tidak perlu menggelar sidang baru. Artinya Horner dibebaskan dari segala dakwaan yang menjeratnya selama ini.

Menurut pernyataan OIP, Horner mengucapkan terima kasih atas kerja keras para relawan dan kantor kejaksaan dalam mengevaluasi kasus itu.

Horner mengatakan, kini dia dan istrinya, Kelli, siap untuk menyusun kembali kehidupan mereka setelah dinyatakan bebas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.