Gallup: Level Kebahagiaan Global Merosot, Terendah dalam 10 Tahun

Kompas.com - 12/09/2018, 13:48 WIB
Ilustrasi sedih dan tidak bahagiaTim Gouw Ilustrasi sedih dan tidak bahagia

LONDON, KOMPAS.com — Level kebahagiaan dunia berada dalam posisi terendah selama 10 tahun terakhir.

Demikian hasil survei yang dilakukan Gallup pada 2017, seperti diwartakan Straits Times pada Selasa (12/9/2018).

Menurunnya level kebahagiaan dunia disebabkan naiknya jumlah penduduk yang merasa tertekan dan cemas.

Baca juga: Luangkan Waktu 27 Menit di Pagi Hari, demi Kebahagiaan...

Negara konflik Republik Afrika Tengah menjadi wilayah paling tidak bahagia di dunia pada tahun lalu, yang diikuti Irak pada posisi kedua.

Sekitar tiga dari empat penduduk negara tersebut mengaku khawatir dan menderita.

"Secara kolektif, dunia makin tertekan, mengkhawatirkan, menyedihkan, dan menderita, dibandingkan dengan yang kita saksikan sebelumnya," kata editor pengelola Gallup, Mohamed Younis.

Gallup menyurvei 154.000 orang di 146 negara dan menggali tentang kekhawatiran, stres, tekanan, kesedihan, atau amarah yang dialami mereka pada hari sebelumnya.

Lembaga itu menyebut, suasana global berada dalam posisi paling muram ketimbang survei yang pertama kali dilakukan pada 2006.

Sebanyak 24 negara dari 35 negara Sub-Sahara Afrika memiliki level kebahagiaan paling rendah tahun lalu.

Hal itu disebabkan kerusuhan yang terus terjadi sehingga melumpuhkan layanan kesehatan dan menyebabkan masyarakat kelaparan.

Baca juga: 8 Cara Sederhana untuk Dongkrak Kebahagiaan dalam Hidup

Sementara Paraguay menjadi bagian dari kelompok negara yang mencatatkan hasil positif dalam kebahagiaan.

Penduduk Paraguay mengaku merasa cukup beristirahat, dihargai, dan menikmati waktu untuk diri sendiri, atau mempelajari sesuatu pada hari sebelumnya.

Adapun Yaman yang dilanda perang dan Afghanistan berada di titik terendah.



Close Ads X