Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2018, 20:42 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber SCMP

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengklaim adanya pihak yang berencana menggulingkan dirinya dari jabatan presiden.

Rencana tersebut, menurut Duterte dilancarkan oleh oposisi, pemberontak Maoist dan kelompok bekas militer yang telah melakukan kudeta yang gagal di masa lalu.

Dalam percakapan dengan pengacaranya, yang disiarkan televisi nasional, Duterte mengatakan bahwa pihaknya telah meminta kepada militer untuk mengungkapkan informasi seputar plot yang didapatnya dari negara ketiga yang tidak diidentifikasi.

"Kami memiliki bukti dan percakapan yang disediakan oleh negara asing yang bersimpati kepada kami," kata Duterte kepada Salvador Panelo, penasihat hukum presiden.

Baca juga: Tingkat Kepercayaan Publik Filipina terhadap Duterte Capai Titik Terendah

Dalam dialog tersebut, seperti dilansir SCMP, Duterte mengatakan bahwa ada komunikasi antara kelompok komunis, bekas tentara, dan politisi oposisi, termasuk senator yang dia perintahkan untuk ditangkap.

Duterte mengatakan hubungan antara kelompok-kelompok tersebut akan diungkapkannya, namun tidak untuk saat ini.

Pekan lalu, Duterte telah memerintahkan penangkapan kepada seorang politisi sekaligus kritikus pemerintah, Senator Antonio Trillanes, yang juga mantan perwira angkatan laut yang terlibat dua upaya kudeta pada 15 tahun lalu.

Trillanes mendapat amnesti pada 2010, yang secara resmi telah dicabut oleh Duterte.

Rekan satu partai Trillanes, Gary Alejano, yang juga terlibat dalam upaya kudeta, membantah tuduhan presiden dan mengatakan hanya menjalankan tugas mereka sebagai anggota oposisi yang menjaga keseimbangan dalam pemerintahan yang demokratis.

"Presiden hanya berusaha mengalihkan perhatian orang-orang dari kesengsaraan ekonomi yang gagal diatasi oleh pemerintah," kata Alejano.

Duterte juga menunjukkan kekhawatiran akan adanya kolusi antara militer dengan kelompok Trillanes karena rumor kudeta setelah pada Selasa (11/9/2018) pagi beredar isu pengerahan truk tentara dan kendaraan lapis baja ke jalan-jalan utama di Manila.

Isu kolusi tersebut langsung ditepis pihak militer yang membantah adanya pengerahan militer atau pun kendaraan lapis baja.

"Tidak ada alasan untuk khawatir. Apa yang terlihat hari ini hanyalah kegiatan rutin yang dikoordinasikan dengan baik," kata juru bicara militer Kolonel Laut Edgard Arevalo kepada wartawan.

Baca juga: Duterte Perintahkan Penangkapan Seorang Senator dari Kubu Oposisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber SCMP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com