Kompas.com - 11/09/2018, 19:51 WIB

Selain itu, pemerintah telah membatasi suku bunga untuk pinjaman uang menjadi hanya sebesar 30 persen per tahun.

Meski demikian, menurut Bohoslavsky, pemerintah masih harus bertindak lebih jauh, dengan melunasi utang untuk para pria serta memberlakukan aturan ketat untuk pengajuan pinjaman.

Angka resmi pemerintah menunjukkan bahwa jumlah pinjaman keuangan mikro yang dimiliki warga Sri Lanka mencapai lebih dari 9 miliar rupee (sekitar Rp 825 miliar).

Perekonomian Sri Lanka juga belum pulih dari dampak konflik dengan hanya tumbuh 3,1 persen pada 2017, menjadi pertumbuhan paling rendah dalam 16 tahun terakhir.

Baca juga: Sri Lanka Kembali Larang Perempuan Konsumsi Minuman Keras

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.