Biografi Tokoh Dunia: Ferdinand Marcos, 21 Tahun Berkuasa di Filipina

Kompas.com - 11/09/2018, 19:34 WIB
Presiden Filipina Ferdinand Marcos diwawancarai pada 11 Maret 1985, oleh Georges Biannic, direktur regional Agence France Presse untuk Asia dan Pasifik, di Istana Malacanang, Manila. (AFP/Romeo Gacad) Presiden Filipina Ferdinand Marcos diwawancarai pada 11 Maret 1985, oleh Georges Biannic, direktur regional Agence France Presse untuk Asia dan Pasifik, di Istana Malacanang, Manila. (AFP/Romeo Gacad)

KOMPAS.com - Hari ini pada 101 tahun lalu, lahir seorang anak laki-laki yang kelak akan memimpin Filipina selama 21 tahun.

Dikenal sebagai prajurit perang, dia terpilih menjadi presiden pada 1965. Kemudian, dia berhasil menjabat untuk periode kedua pada 1969.

Dengan memberlakukan darurat militer, Marcos berupaya menciptakan program "Masyarakat Baru". Pemimpin oposisi dan aktivis sayap kiri ditangkap, media disensor, dan Kongres pun ditutup.

Marcos dikenal sebagai diktator Filipina yang dengan korupsi merajalela, berhasil mengumpulkan miliaran dollar AS.

Awal Kehidupan

Ferdinand Edralin Marcos lahir pada 11 September 1917 di Sarrat, sebuah desa di wilayah Ilocos Utara di pulau Luzon, Filipina.

Ayahnya adalah Mariano Marcos, dan ibunya bernama Josefa Edralin. Keduanya merupakan seorang guru dari keluarga terkemuka.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Harry Warner, Presiden Awal Warner Bros

Pada 1925, Mariano memulai kariernya di bidang politik sebagai anggota Kongres. Dengan begitu, Ferdinand dibesarkan dalam lingkungan politik sejak masih kecil.

Orangtua Ferdinand Marcos selalu mendorongnya untuk unggul dalam segala hal, termasuk pada kegiatan seperti gulat, tinju, berburu, keterampilan bertahan hidup, dan sebagainya.

Marcos menempuh pendidikan di beberapa sekolah terbaik di Manila, namun nama-nama sekolahnya tidak pernah diketahui.

Pada 1930-an, dia mengambil kuliah hukum di Universitas Filipina, seperti ayahnya.Tiga tahun kemudian, salah satu rival politik ayahnya yang berhasil mengalahkan Mariano Marcos dalam pemilihan, tewas dibunuh.

Ferdinand dituding berkolusi dalam pembunuhan tersebut. Dinyatakan bersalah, dia mengajukan banding dan dibebaskan enam tahun kemudian. Selanjutnya, dia mengambil sumpah sebagai seorang pengacara di Manila.

Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, dia menjadi bergabung dalam militer dan memimpin gerakan perlawanan gerilya Filipina untuk menggempur musuh.

Namun, pada arsip pemerintah AS terungkap mengenai dirinya yang hanya memainkan sedikit peran dalam kegiatan anti-Jepang selama 1942-1945 tersebut.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X