Kompas.com - 11/09/2018, 18:22 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Tiga orang nelayan Indonesia dilaporkan diculik kelompok bersenjata di Negara Bagian Sabah, Malaysia.

The Star via Channel News Asia memberitakan Selasa (11/9/2018), awalnya empat orang nelayan tengah menambatkan kapal di dermaga Pulau Gaya, Semporna.

Nelayan yang selamat bercerita, dia melihat ada dua orang bersenjata mengenakan pakaian hitam dan bertopeng pukul 01.00 dini hari waktu setempat, saat berlangsungnya jam malam.

Baca juga: Diculik di Perairan Sabah, Tiga ABK WNI Disandera di Pulau Sulu

Pelaksana Tugas Kepala Polisi Sabah Omar Mammah berkata, si penyintas langsung bersembunyi di dalam kompartemen depan kapal.

"Dia mendengar suara mesin kapal dimatikan, dan aliran listrik dipadamkan. Kelompok tersebut dikatakan membawa senapan serbu M-16," tutur Omar.

Dia melanjutkan, nelayan yang berhasil kabur itu berkata dia  mendengar si penculik berbicara dalam dialek Suluk, yang dipakai di Provinsi Sulu, Filipina.

Nelayan yang selamat tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat penegak hukum satu jam pasca-penculikan.

Omar menjelaskan, jajarannya masih belum menemukan identitas para penculik, begitu juga dengan ketiga nelayan Indonesia itu.

Sampai saat ini, polisi Sabah masih belum menerima panggilan dari kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan itu.

"Saat ini, kami tidak menampik kemungkinan bahwa penculik bakal meminta tebusan untuk pembebasan para korban," ulas dia.

Jam malam mulai pukul 18.00 hingga 06.00 itu mencakup tiga nautikal mil antara Tawau, Semporna, Kunak, Lahad Datu, Kinabatangan, Sandakan, dan Beluran.

Kawasan tersebut mempunyai sejarah penculikan yang biasanya dipimpin kelompok militan Abu Sayyaf yang bermarkas di Jolo, ibu kota Sulu.

Pada 8 Desember 2016, terjadi penculikan yang dilakukan tujuh orang bersenjata di wilayah Lahad Datu dan Semporna. Baku tembak dengan polisi menewaskan tiga pelaku.

Baca juga: Tiga ABK Asal Indonesia Hilang di Perairan Sabah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.