Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2018, 15:47 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebanyak 51 persen warga Amerika Serikat (AS) yakin Presiden Donald Trump mempunyai kepintaran.

Data itu diperoleh setelah Universitas Quinnipiac melakukan jajak pendapat, sebagaimana diwartakan Newsweek Senin (10/9/2018).

Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan jika dibandingkan survei serupa pada 2016, atau tatkala Trump memenangkan pemilihan presiden.

Baca juga: Peserta Miss America Ini Sebut Trump Masalah Terburuk yang Dihadapi AS

Dalam poling yang dihelat dua pekan pasca-kemenangan Trump, 74 persen responden yakin presiden 72 tahun itu pintar.

Kemudian di awal musim panas ini, Quinnipiac melakukan jajak pendapat dengan temuan 57 persen masih meyakini kepintaran Trump.

Semakin berkurangnya jumlah responden yang meyakini dikarenakan mulai bermunculan buku-buku yang menguak Gedung Putih serta gaya kepemimpinan Trump.

Buku terakhir yang menyerang Trump berjudul Fear: Trump in the White House yang dipublikasikan jurnalis ternama Bob Woodward.

Dalam buku tersebut dikisahkan bagaimana kekacauan yang terjadi di Gedung Putih, dan para menteri Trump berusaha mencegah sang presiden membuat kebijakan yang berbahaya.

Dalam buku itu, diceritakan para staf berusaha mencegah Trump mengunggah twit soal Korea Utara (Korut) yang berpotensi diartikan sebagai tanda AS bakal menggelar serangan.

Serangan kepada pemerintahan Trump kembali datang dari New York Times yang mempublikasikan sebuah opini dari seseorang mengaku sebagai staf Gedung Putih.

Dalam opini tersebut, si staf anonim berkata terdapat usaha untuk menyingkirkan Trump dengan mengaktifkan Amandemen Ke-25.

Langkah itu dilakukan karena berbagai kebijakan yang dibuat Trump bermain di dua kaki, dan khawatir terhadap masa depan AS.

Tim Malloy, asisten direktur poling itu berujar, warga AS percaya dengan berbagai kisah yang dipaparkan Woodward maupun The Times.

"Namun, mereka merasa seharusnya kisah tersebut tidak ditulis oleh orang secara anonim," kata Malloy dalam pernyataan resmi.

Meski keyakinan akan kepandaian Trump menurun, sebanyak 70 persen pemilih yakin ekonomi di bawah pemerintahannya membaik.

Quinnipiac menggelar jajak pendapat terhadap 1.038 responden antara 6-9 September dengan tingkat kesalahan 3,7 poin.

Baca juga: Wapres Mike Pence Diduga Penulis Artikel Kontroversial Turunkan Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Newsweek
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.