Tragedi 9/11 AS, Empat Pesawat Dibajak dan Satu Sasaran Meleset...

Kompas.com - 11/09/2018, 13:24 WIB
Rasa emosional meliputi segenap keluarga korban yang hadir untuk melakukan seremoni pembacaan nama korban tewas di Twin Towers, Pentagon, dan di dalam pesawat naas termasuk penerbangan 93 yang jatuh di Shanksville, Pennsylvania. www.dailymail.co.ukRasa emosional meliputi segenap keluarga korban yang hadir untuk melakukan seremoni pembacaan nama korban tewas di Twin Towers, Pentagon, dan di dalam pesawat naas termasuk penerbangan 93 yang jatuh di Shanksville, Pennsylvania.

KOMPAS.com - Peristiwa kelabu yang terjadi pada 11 September 2001 di Amerika Serikat masih diingat orang sampai sekarang. Peristiwa yang berjuluk "Nine Eleven" (9/11) itu menyebabkan gedung World Trade Center di Manhattan, New York dan Pentagon, Virginia rusak.

Dua pesawat American Airlines dan dua pesawat United Airlines digunakan oleh kelompok teror Al Qaeda untuk melakukan aksi bunuh diri itu.

Dengan bergaya seperti "kamikaze" yang dilakukan tentara Jepang pada Perang Dunia II, pesawat itu berputar dan menabrakkan ke sasaran.

Empat pesawat itu diketahui dapat mencapai tujuan yang jauh, yang diketahui dari pasokan bahan bakar yang banyak. Ini menjadi faktor utama bagi Al Qaeda memilih menggunakan pesawat ini dalam melakukan misinya.

Menyasar WTC

Pesawat yang dikendalikan oleh Al Qaeda memulai misinya pada 08.46 pagi. Sasaran pertama dalam gedung di WTC, New York yang kemudian berlanjut ke Pentagon.

Dilansir dari Harian Kompas edisi 6 Juli 2003, pesawat penumpang komersial jenis Boeing 737 milik maskapai penerbangan American Airlines menghantam salah satu dari menara kembar World Trade Center yang terletak di kawasan Manhattan.

Akibatnya, terdapat sebuah lubang yang cukup besar di antara lantai 80 dan 85 dari bangunan yang berlantai 110 itu.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Serangan 9/11 di Amerika Serikat

Para pengunjung menyentuh nama-nama korban tewas dalam serangan terhadap gedung World Trade Center di New York, AS, 11 September 2001 pada peringatan 15 tahun serangan teror itu, Minggu (11/9/2016). Pada 11 September 2017, mereka peringati 16 tahun serangan itu.
Associated Press Para pengunjung menyentuh nama-nama korban tewas dalam serangan terhadap gedung World Trade Center di New York, AS, 11 September 2001 pada peringatan 15 tahun serangan teror itu, Minggu (11/9/2016). Pada 11 September 2017, mereka peringati 16 tahun serangan itu.
Selepas itu, sebuah pesawat penumpang komersial lain jenis Boeing 767, juga milik American Airlines, menabrak menara yang kedua di area WTC.

Beberapa menit kemudian, sebuah pesawat penumpang komersial berbadan lebar lainnya menabrak Gedung Departemen Pertahanan AS atau Pentagon di luar Washington DC.

Tabrakan ini mengakibatkan sebagian dari gedung yang merupakan simbol kedigdayaan militer AS itu terbakar.

Perlawanan penumpang

Pesawat terakhir adalah Boeing 757 milik United Airlines Penerbangan 93. Pesawat ini terbang dari New Jersey menuju San Francisco.

Rencana awal pesawat itu adalah menuju US Capitol (Gedung Kongres) atau Gedung Putih. Namun, terjadi sesuatu yang menyebabkan pesawat ini harus menjatuhkan dirinya ke Shanksville.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X