Najib Rilis Dokumen Sumbangan Keluarga Kerajaan Saudi ke Rekeningnya - Kompas.com

Najib Rilis Dokumen Sumbangan Keluarga Kerajaan Saudi ke Rekeningnya

Kompas.com - 11/09/2018, 11:19 WIB
Mantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB).via The Star Mantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyodorkan dokumen terkait aliran dana yang masuk ke rekening pribadinya.

Dokumen yang dirilis pada Senin (10/9/2018) diklaim sebagai bukti bahwa uang senilai 2,6 miliar ringgit atau Rp 9,2 triliun yang disetorkan ke rekeningnya merupakan sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

Donasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Juli 2015.

Para penyidik yang melakukan investigasi terkait skandal 1MDB menemukan 2,6 miliar ringgit ditranfer langsung ke rekening Najib, yang kala itu masih menjabat sebagai perdana menteri.


Baca juga: Najib Razak Minta Polisi Kembalikan Rp 417 Miliar yang Disita Mei Lalu

Channel News Asia mewartakan, Najib mengunggah dokumen di akun Facebook-nya yang menunjukkan transaksi senilai 80 juta dollar AS atau 1,1 triliun dari Kementerian Keuangan Saudi.

Kemudian, ada tambahan senilai 20 juta dollar AS atau Rp 296,8 miliar dari Pangeran Faisal Turkey Al-Saud.

Di antara dokumen itu, juga ada surat dari Pangeran Saudi Abdul Aziz Al-Saud, yang disebut sebagai "hadiah" senilai 100 juta dollar AS atau 1,4 triliun.

"Mengingat persahabatan selama bertahun-tahun dan gagasan baru sebagai pemimpin Islam modern, saya dengan ini memberi 100 juta dollar AS sebagai hadiah," tulis sang pangeran.

"Hadiah tidak boleh ditafsirkan sebagai korupsi karena bertentangan dengan praktik Islam," tambah sang pangeran dalam surat bertanggal 1 Februari 2011.

Menurut Najib, mendiang Raja Abdullah sangat prihatin dan memilih untuk mendanai para pemimpin Muslim guna menjamin stabilitas.

Baca juga: Intelijen Malaysia Minta Bantuan CIA Menangkan Najib di Pemilu

"Saya bukan lagi perdana menteri dan Raja Abdullah telah wafat, saya pikir pantas untuk mengungkap dokumen berikut untuk membersihkan nama saya dari berbagai tuduhan dan fitnah," ucap Najib.

Dia mengklaim, sebagian besar uang digunakan untuk partai Barisan Nasional. Najib berjanji akan mengungkap lebih banyak lagi rincian dan bukti mengenai dana tersebut.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X