Kompas.com - 09/09/2018, 21:02 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat mengunjungi lokasi terdampak bencana gempa di Pulau Hokkaido, Minggu (9/9/2018). AFP / JIJI PRESSPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat mengunjungi lokasi terdampak bencana gempa di Pulau Hokkaido, Minggu (9/9/2018).

SAPPORO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tiba di Hokkaido, Minggu (9/9/2018), untuk mengunjungi wilayah terdampak gempa magnitudo 6,6 yang terjadi pada Kamis (6/9/2018).

Abe mengunjungi kota dan pusat bisnis di Sapporo, di mana gempa telah menyebabkan sejumlah bangunan miring dan ruas jalan retak-retak.

Perdana menteri juga mengunjungi kota Atsumo, wilayah pinggiran di mana sebagian besar korban tewas akibat gempa berada. Di kota ini gempa turut memicu terjadinya longsor di lereng bukit dan menghancurkan sejumlah rumah warga.

Setelah sempat melihat langsung lokasi terdampak bencana, bertemu dengan para politisi lokal serta penduduk di tempat penampungan, Abe langsung kembali ke Tokyo untuk menggelar rapat kabinet.

Baca juga: Banyak Bencana Alam, Mengapa Penanganan Jepang Begitu Bagus?

Dalam rapat tersebut, Abe menginstruksikan penyaluran 540 juta yen (sekitar Rp 72 miliar) dari dana cadangan bencana untuk penanganan korban gempa di Hokkaido.

"Kami harus membuat kerangka kerja di mana kota-kota terdampak dapat mengambil langkah-langkah darurat dan membangun kembali kota mereka," kata Abe selama pertemuan kabinet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disampaikan Abe, jumlah korban tewas akibat bencana gempa di Hokkaido telah mencapai 42 orang.

Jumlah korban yang disampaikan perdana menteri lebih banyak dibandingkan dengan yang dikatakan pemerintah Hokkaido yang berjumlah 39 korban tewas dan satu orang dinyatakan hilang.

Kunjungan oleh perdana menteri ke lokasi bencana dilakukan seiring dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang masih terus dilakukan untuk mengeluarkan lebih banyak korban.

"Pekerjaan pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan meski pun proses pencarian sempat terhalang hujan yang terus turun dan berhenti di Atsuma," kata salah seorang pejabat dari manajemen bencana regional kepada AFP.

Baca juga: Topan Menerjang, Ini yang Harus Dilakukan Saat Kita Berada di Jepang

Abe mengatakan, pemerintah pusat telah mengirimkan sekitar 40.000 petugas penyelamatan, termasuk dari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), serta alat berat, anjing pelacak dan helikopter.

Sekitar tiga juta rumah tangga sempat kehilangan sumber daya listrik pasca-gempa karena sumber pembangkit listrik tenaga panas di wilayah itu yang mengalami kerusakan.

Listrik telah dapat kembali mengaliri rumah-rumah penduduk, namun pejabat setempat meminta kepada penduduk untuk menghemat listrik, karena pasokan listrik yang belum stabil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.