Pejabat AS Dikabarkan Sempat Bertemu Militer Venezuela Membahas Kudeta

Kompas.com - 09/09/2018, 13:01 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETO Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Sebuah surat kabar Amerika Serikat mengabarkan bahwa pejabat dari pemerintahan Presiden Donald Trump sempat bertemu dengan pejabat militer Venezuela secara diam-diam.

Pertemuan rahasia itu disebut membahas tentang rencana untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro demi mengatasi krisis di negara tersebut.

Namun demikian, diberitakan The New York Times, mengutip pernyataan dari para pejabat AS dan mantan komandan militer Venezuela yang terlibat pertemuan rahasia itu, menyebut rencana kudeta tak mencapai kesepakatan dan pihak AS tak bersedia membantu.

Menanggapi berita tersebut, Dewan Keamanan Nasional kepada AFP mengatakan, kebijakan AS terhadap situasi di Venezuela tetap berpegang pada demokrasi yang damai dan teratur.


"Pemerintah AS memperhatikan keprihatinan warga Venezuela dari semua lapisan masyarakat. Mereka semua memiliki satu tujuan, membangun kembali demokrasi di tanah air mereka," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Garrett Marquis.

Baca juga: Presiden Venezuela Izinkan FBI Bantu Penyelidikan tapi dengan Syarat

"Solusi jangka panjang untuk krisis yang semakin buruk di Venezuela hanya dapat muncul setelah pemulihan pemerintahan dengan jalan demokrasi, sesuai aturan hukum dan menghormati hak asasi manusia serta kebebasan yang fundamental," tambahnya.

Sementara dari pemerintah Venezuela, Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza turut mengecam rencana intervensi yang dilakukan pemerintah AS dengan mendukung rencana militer melawan pemerintah rezim yang sah.

"Di media AS, bukti baru yang mengerikan ada untuk dilihat," kata Arreaza dalam akun media sosial Twitter-nya.

Pemerintahan Trump telah sangat kritis terhadap rezim Maduro, karena Venezuela telah jatuh ke dalam krisis ekonomi dan kemanusiaan yang telah memicu aksi protes yang diwarnai keras, serta mendorong gelombang emigrasi ke negara-negara tetangga.

Pada 4 Agustus lalu, dua buah drone yang membawa bahan peledak nyaris mengancam nyawa Maduro saat berpidato di Caracas.

Pemerintah Venezuela pun sempat menuding serangan tersebut dilancarkan oleh AS, Kolombia dan lawan-lawan politiknya.

Baca juga: Presiden Venezuela Desak Trump Usut Pelaku yang Coba Bunuh Dirinya

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton membantah tuduhan tersebut dan bersikeras tidak ada keterlibatan pemerintah AS dalam insiden itu.

Pada Agustus 2017, pemberitaan di media mengatakan Trump telah meminta saran kepada penasihat utama tentang potensi invasi AS ke Venezuela.

Selain itu, Trump sempat mengatakan secara terbuka bahwa dia tidak akan mengesampingkan "opsi militer" untuk mengakhiri kekacauan di Venezuela.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X